CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 18 April 2015

You never walk alone.


Kamu tidak pernah berjalan sendirian. Akan selalu ada langkah yang mengiringi, yang memperhatikan langkahmu, yang memastikan kamu baik-baik saja. Kalaupun tidak, ada puluhan atau bahkan ratusan doa yang mengiringi langkahmu. Jangan berhenti, teruslah di jalanmu, jalan yang kamu yakini kebenarannya. Kita masih punya tujuan yang sama kan? Wisuda 2015. Tetaplah berjuang kawan. Percayalah ada yang selalu mengiringi langkahmu, mendoakanmu diam-diam, seperti aku misalnya :D

Jumat, 10 April 2015

I will let you go, again.

Kadang ada hal yang harus kamu lepaskan demi hal yang lain bukan, tidak berada di Otista 64C saat ini misalnya. Sebenarnya masih ingin menahanmu, masih ingin mempertahankanmu di saat-saat terakhir, tapi apadaya ada hal yang lebih penting yang harus ku kejar. Terpaksa aku melepaskanmu, lagi. Ada dunia lain yang harus ku geluti. Dunia yang mungkin suatu saat bisa ku tinggali.

Seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, maaf kamu harus ku tinggalkan. Tak apa. Ada banyak orang lain yang jauh lebih baik bisa menggantikan posisiku. Sementara ini aku tengah memutuskan untuk berspesialisasi. Kali lain mungkin aku akan berdiferensiasi lagi.

Selasa, 07 April 2015

Jakarta City Tour

Apa yang bisa kamu lakukan kalau cuma punya waktu 12 jam di Jakarta?
Provinsi Jakarta sebenarnya kecil, jalanannya aja sih yang ribet. Hati-hati tua di jalan, akibat macet atau nunggu angkutan umum yang tak kunjung datang. Haha *skip. Back to topic, kalau kamu cuma punya waktu sebentar keliling Jakarta, mungkin tempat-tempat di bawah ini bisa kamu kunjungi.

1. Monas atau Monumen Nasional

Inilah icon Jakarta yang terkenal itu, orang-orang pada umumnya ke sini sih. Katanya belum ke Jakarta kalau belum mapir ke Monas. Tamannya setauku buka dari pagi, biasanya orang-orang jogging, apalagi kalau hari Minggu. Di sana kamu juga bisa masuk ke Museum Sejarah Nasional, biaya masuknya sekitar Rp 5.000,- Kalau mau naik ke cawan atau puncak Monas mesti nambah lagi. Tapi saranku sih ke cawannya aja kalau emang tetep ngebet pengen naik Monas. Kalau ke puncaknya bisa seharian, apalagi weekend. Ceritanya pernah ku posting di Menuju Puncak Jakarta.

Well, kalau kamu punya temen di Jakarta, kirim aja gambar Monas ke dia ala Nic&Mar. Hahaha. Mana tau jadi dapet tour guide gratis keliling Jakarta kan ;D Tapi kalau pun engga jangan berkecil hati. Keluar pintu Monas, cari aja plang bertuliskan "CITY TOUR", dan tunggu bus tingkat seperti ini menghampiri.

Jumat, 03 April 2015

Dibalik 2665 mdpl

7-9 November 2014
"Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk mencapai puncak, tapi menikmati perjalanan

Aku menanti waktu di mana mendaki itu bukan untuk menikmati kesendirian, tapi kebersamaan

Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk melepas penat, tapi menikmati kebahagiaan"

— kurniawangunadi
 
Kangen kalian boleh? 

Healer

Sebuah postingan yang tadinya mau ku posting tanggal 11/02/15. Karena terjadi banyak hal, akhirnya baru sempat melanjutkan postingan yang satu ini xD


Healer. Yes, rite. Salah satu drama yang bener-bener ku tunggu tiap minggunya setelah Pinocchio. Hahaha. Aku ingat waktu itu episode terakhirnya pas minggu pertama ujian. Tadinya mau setelah ujian selesai baru download, tapi pada akhirnya pertahananku kandas, keburu penasaran sama lanjutannya. Wkwkk. Daripada belajarnya ga fokus, akhirnya nonton juga *plak. Pfft.

Drama ini bercerita tentang perjalanan mengungkapkan kebenaran dan misteri dibalik insiden puluhan tahun lalu yang melibatkan lima orang sahabat yang menjalankan stasiun penyiaran ilegal. Sedikit demi sedikit kepingan misteri mulai terungkap dan membentuk kebenaran yang utuh. Emang agak berat sih genrenya, berbau politik gitu, tapi tetep ada komedi sama romance-nya kok. Suka banget action-nya si Healer (Ji Chang Wook), keren bingits. Dia semacam kurir gitu, yang bisa melakukan apapun demi permintaan klien. Dalam melakukan pekerjaannya, dia dibantu sama ahjumma yang jago ngehack. Ah, aku juga suka ahjumma yang ini.

Salah satu fav-scene :3

Bingung mau nulis apa lagi. Hmm recommended deh pokoknya, a must-watch drama. Dramanya keren, belum keren kalo belum nonton. Jiahaha :p

Selasa, 31 Maret 2015

Tergerus Zaman

Sudah nyaris empat tahun, coba lihat apa perbedaannya? :v


Yap, sudah nyaris empat tahun, insya Allah sisa satu semester lagi, semangat semangat. You can do it. Lakukan sebaik yang kamu bisa. Jangan terlena akan waktu yang terlihat masih lama, tapi nyatanya tinggal sebentar saja. Jangan terlena akan kuliah yang cuma 2 mata kuliah. Tiap minggu harus ada kemajuan kan? Jadi kamu udah belajar apa aja? Udah nulis berapa halaman? Udah koding berapa baris? Well, let's move from here. Make a progress :))

Senin, 30 Maret 2015

Selamatkan Film Indonesia

Kalian tau hari ini hari film nasional? Udah nonton film Indonesia belum hari ini?

Well, berhubung #HFN, ada promo buy 1 get 1 tiket film-film Indonesia di beberapa XXI. Pas banget ada film Indonesia yang pengen ku tonton dari lama tapi belum kesampaian (re: Dibalik98). Tapi ternyata cuma ada di 3 Mall Jakarta, jauh-jauh pula. Akhirnya, setelah bincang-bincang di sesi 3 yang batal, kami memutuskan nonton di Mall yang deket aja, Kramat Jati, dan film yang kami tonton "Kapan Kawin?" :D


Dulu waktu film ini masih di deretan now playing XXI ga terlalu tertarik nontonnya. Lucu sih kayaknya dari trailernya, tapi tetep ga ngebet pengen nonton. Dan hei, ternyata film ini seru saudara-saudara. Lucu bangets. Lewat film ini bakal liat bang Reza Rahadian yang kocak, beda lah sama imej dia dalam film-film yang selama ini pernah ku tonton, misal Hafalan Shalat Delisa, Perahu Kertas, Habibie&Ainun, Pendekar Tongkat Emas. Cacat gitu di film ini, hahaha, tapi tetep awesome-lah akting aktor yang satu ini *kasih jempol.
"Sebelum kamu membahagiakan orang lain, bahagiakan diri sendiri dulu. Ibaratnya kalau mau ngasih duit ke orang lain, harus punya duit dulu, jangan kasih cek kosong."
Film Indonesia sebenarnya bagus-bagus kok, tapi kadang ya itu, kurang apresiasi dari masyarakatnya sendiri. Kayak aku dulu, biasanya baru nonton film Indonesia kalau filmnya diangkat dari novel yang bestseller atau novel bagus yang udah pernah ku baca, kayak Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, 5 cm, Assalamu'alaikum Beijing, dll. Kadang takut kecewa sih intinya. Film action semacam The Raid juga kece. Kalau film horor jangan ditanya, hahaha, not my genre.

Sekarang mah kalau ada film Indonesia bagus seringnya langsung nonton di bioskop, lama nunggu versi 720p nya hahaha, tapi kalau bisa jangan bajak film Indonesia deh ya. Sampe sekarang masih pengen nonton Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar sama Dibalik98. Harus sabar menunggu, tahun depan mungkin, ketika udah disiarin di tipi. Hahaha. Next, film Guru Bangsa: Tjokroaminoto kayaknya bagus deh, sekalian belajar sejarah :D

Kalian masih doyan nonton film Barat doang? Sekali-sekali coba deh nonton film Indonesia, ga buruk-buruk amat kok. Kalau bukan kita yang mengapresiasi, siapa lagi? Mulailah cintai produk dalam negeri. Dalam postingan ini untuk film loh ya, bukan sinetron, pfft.
"Ibarat kapal jepang, alarm tanda bahaya belum berbunyi kok."
Jadi, kamu kapan kawin? :D