CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 31 Desember 2016

Top 5 Most Memorable K-Dramas 2016

Sudah lama tidak membuat review drama korea ̶ hiburan di sela-sela kesibukan. It's almost year-end, so I think I will make a wrap post. Berikut drama yang menurutku lumayan berkesan sepanjang 2016 ini sejauh yang ku tonton ya. Jangan tanya dari berapa banyak drama yang ku tonton haha. Check this out.

5. Goblin
Drama ini masih on going. Sudah tayang delapan episode dan I'm already attached to it. Drama ini bergenre fantasi. Jadi buat yang tidak terlalu suka berimajinasi silakan cari tontonan drama lain saja ya.
Suka karakter dalam drama ini, bahkan si Ajussi yang sebelumnya karakternya ku benci di Train to Busan. Go-Eun looks really different at Cheese in the Trap, hairstyle does make people. Silly grim reaper, gorgeous In-Na, and careless Sung-Jae. Their tragic history tangled dan itulah yang diangkat dalam drama ini.

4. Descendants of Sun
Bisa dibilang drama tenar tahun ini, drama yang menyebabkan maraknya penonton musiman. Very first drama after Joong-Ki finished his military service. Kebayanglah ya segimana yang nungguin. But for me, the story itself is worth to watch. The story seems fresh rather than another drama that aired in the same week.
Joong-Ki is the captain of the special force. He meets Mo-Yeon in the emergency room and fall in love at the first sight. Shi-Jin and Mo-Yeon begin to date, but due to their jobs their dates don't go well. They meet again in Uruk on a peacekeeping mission. Then, the story began to climax after the earthquake. I still remember watched this drama even when I'm in Wonosobo doing some work and influence my supervisor to watch this drama together wkwkk.

3. Jealousy Incarnate
Drama ini bercerita tentang seorang manly reporter menuju anchor yang menderita breast cancer. His career won't last long if they found out his cancer. So, in hospital full of women patients, he disguises as grandmother. Kocak. Full of twists. Karakter Hwa-Sin-nya dapet banget. Pesan moral drama ini, don't do wrongful encounter, mengenalkan orang yang bakal kamu suka dengan sahabat baikmu. It's hard kan to choose between friend or girlfriend. Harus cukup brengsek untuk mempertahankan orang yang kamu suka dan Hwa-Sin is simply adorable to do it. Wkwk.

2. Another Miss Oh
This drama tells us how ill-fated when you have the same name with someone else. It's heartbreaking when you know the whole truth. Tapi, anehnya kita bisa merasa sedikit lebih baik ketika mendengar ada orang asing yang mengalami hal serupa. Begitulah, pertemuan dua orang asing patah hati, yang berusaha menghindar satu sama lain, tapi tetap dipertemukan.
Drama ini membuatku melihat a sound director seems pretty good, beside Eric has that character haha. Oh Hae Young terlihat kuat, tapi sebenarnya rapuh. Pernikahannya dibatalkan tunangannya sehari sebelum acara. Namun, dia menceritakan ke orang tuanya bahwa dialah yang membatalkannya. Undangan sudah disebar, tentu banyak yang berkomentar miring. Di sinilah aku suka karakter orang tuanya. They really love their daughter. They still support her, meskipun dia sudah pindah. Kemudian, di tempat sewaan dia kembali bertemu orang asing itu (re: Eric), orang yang ternyata berperan fatal dalam membatalkan pernikahannya.

1. Reply 1988
This drama is so adorable. Drama bergenre keluarga yang akan membuatmu kembali mengingat masa kecil. Ketika hidup masih sederhana. Ketika bahagia sangat sederhana, sekedar menghabiskan waktu (nonton tv, baca komik) di rumah sahabatmu. Banyak value yang bisa diambil dalam drama keluarga ini, misal sesederhana membawakan tas penumpang bis yang berdiri, memberikan plakat penghargaan untuk ayah. Ketika memberikan kado sepatu untuk orang tua, pastikan ukurannya pas, walaupun ukurannya tidak pas mereka tetap akan bahagia mengenakannya.
Drama ini bergenre keluarga, bukan berarti tidak ada romance di dalamnya. Persahabatan di antara laki-laki dan perempuan sejak kecil, seiring waktu bisa tumbuh dan berubah rasa. Cinta Duk-Sun yang bertepuk sebelah tangan, cinta Sun-Woo yang berani, cinta polos Jung-Hwan yang tak tersampaikan. Poor Jung-Hwan, tapi berhubung aku team Taek, jadi tidak begitu kecewa. Haha. So sorry, I like Bo-Gum's acting since Hello Monster.

Yak, sekian wrap post kali ini. Sekali lagi ini masalah selera, belum tentu seleramu cocok. So, don't try too hard :p

Rabu, 28 Desember 2016

Menentukan Arah (2)

Judul: Menentukan Arah
Penulis: Kurniawan Gunadi & Aji Nur Afifatul Hasna
Penerbit: -
Terbit: September 2016
Tebal: 102 halaman

Pertemuan dua orang manusia dengan jalannya masing-masing. Keduanya kemudian bersepakat untuk menempuh jalan yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Jalan yang dulu dicitakannya sendiri.

Kini keduanya akan menempuh jalan yang baru, bukan jalan milik salah satu dan memaksa yang lain mengikutinya. Benar-benar jalan yang baru hingga keduanya mulai berbicara tentang hati dan apa yang dikatakannya.

Maka arah itu telah diambil, tujuan yang sama telah disepakati, jalan telah dipilih dan cara untuk menjalaninya telah diikrarkan. Bersaksikan Tuhan dan alam semesta.

***

It take me so long to write this review. Before that, lemme tell ya about the first time I met masgun. Pfft. Sangat tidak disarankan ikut acara kampus sebagai alumni. It's kinda weird not wearing the uniform huh. Untung ada certain someone yang bersedia dihasut ikut acara yang sama (re: Liliefors). Acara di kampus 64C itu berupa klinik kepenulisan, fotografi, dan desain grafis. Demi banget lah sampai rela dateng siang bolong buat liat sesi kepenulisan. Dan ya, seperti yang kalian duga, kami cuma berdua saudara-saudara yang tidak pakai PDA *berasa tua. Wkwkk. Okeskip.
"Jatuh cintalah dengan seseorang yang aman, Seseorang yang akan menjaga cintamu dengan iman." - hlm. 20
Buku ini terbilang berat. Bacalah ketika sudah memiliki demam, demam akibat sering kondangan, demam akibat sering ditanya 'kapan nikah?', atau demam sejenisnya, you decide it. Buku ini ditulis dengan dua sudut pandang penulisnya. Cukup banyak memberi pemahaman kembali mengenai apa arti pernikahan. Pernikahan merupakan salah satu dari tiga perjanjian terkuat yang disebutkan dalam Al Quran. Pernikahan itu sesuatu yang sakral.
"Tidak hanya perkara niat pernikahan tapi juga ketika niat dalam menentukan pasangan. Apakah menentukan berdasar baik tidaknya pendidikan atau almamaternya, bagaimana keturunannya, cantik atau tampan, dan hal-hal yang sifatnya duniawi. Coba teliti kembali semua niat itu sebab itulah yang menjadi bekal dan pondasi awal dari semua proses yang akan dijalani.

Niat menikah tidak pernah sebercanda itu, tidak ada sedikitpun celah untuk bermain-main. Niatkan dengan niat yang terbaik, kemudian ikhtiarkan dengan ikhtiar terbaik."
Thanks for let me think again about it. Semoga Allah selalu menjadi yang pertama. Semoga setiap keputusan yang kita ambil senantiasa melibatkan Allah SWT di dalamnya. Tidak banyak orang baik sekarang. Semoga, ya, semoga aku tidak melewatkannya, di kala menghabiskan egoku, di kala menyelesaikan diriku sendiri. I'm not brave enough, I'm not confident enough, to take the risk now.
Bahwa aku ingin diminta dengan cara baik-baik, dengan proses baik-baik, dan bersama orang baik-baik." - hlm. 33

Senin, 19 Desember 2016

Accuracy

Teknologi yang semakin maju tentu perlu dimanfaatkan, salah satunya dalam proses pengumpulan data. Ketika proses pengumpulan data masih menggunakan kuesioner kertas, petugas yang berbeda harus mengentry kuesioner tersebut agar bisa diolah. Ada celah yang dapat menimbulkan human error, misalnya salah entry. Hal ini cukup fatal mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan.

Salah satu cara meningkatkan kualitas data dapat dilakukan dengan menggunakan computer-assisted personal interviewing (CAPI). Ketika menncacah, petugas dibekali gadget, lalu hasil wawancara langsung dientry di tempat dan dikirim ke server. Menurut hemat saya, hal ini cukup efektif.

Bulan lalu saya terlibat suatu survei uji coba yang telah menggunakan CAPI. Survei penilaian integritas. Survei ini bersifat self assessment, sehingga responden mengisi kuesioner sendiri pada gadget yang telah disediakan. Proses pengumpulan data menjadi jauh lebih mudah. Namun, masih ada hal yang membuat data kurang akurat, yakni pemahaman responden terhadap pertanyaan kuesioner. Kadang ada beberapa responden yang inisiatif bertanya, tapi lebih banyak responden yang mandiri menjawab pertanyaan. Rasa-rasanya ingin mengoreksi ketika responden keliru memahami pertanyaan negatif atau ketika responden keliru memahami pertanyaan yang belum tuntas dibaca. Namun, petugas lapangan tidak berkenan mengoreksi jawaban yang telah diisi responden. Begitulah kelemahan self assessment. Jadi menurut saya, ada baiknya CAPI tetap dilengkapi dengan wawancara pencacah.

Jumat, 02 Desember 2016

212

Source: twitter.com

Masya Allah. Bohong kalau hati ini tidak bergetar. Merinding. Terharu. Walaupun tidak ikut turun ke jalan. Melihat peserta aksi damai ini berjalan kaki sepanjang jalan menuju kantor saja sudah amazed, apalagi mendengar ada peserta aksi damai yang berjalan dari Ciamis.

I really want to say something, since 411. As a Muslim, I'm sad and offended. Tidakkah kamu tersinggung ketika ada orang asing menuduhmu dibohongi satu ayat dalam pedoman hidupmu? Apakah kamu merasa biasa-biasa saja? Silahkan dicek kadar imannya masing-masing wahai saudara-saudari.

Sedih kadang melihat teman (terutama muslim) yang malah nyinyir. I really want to unfriend or unfollow him/her immediately. Tapi ya, atas dasar pertemanan, tetap kupertahankan. Mungkin mereka hanya belum paham. Mungkin mereka hanya belum mengerti. Kalaupun tidak ikut turun ke jalan, setidaknya bantu doa lah. Semoga para mujahid senantiasa dilindungi Allah SWT. Remember, doa adalah senjata terkuat orang mukmin.

Di luar banyak kontroversi media masa, ketahuilah, aksi damai bela Al Quran 212 ini bertujuan mengetuk pintu langit, bukan mengetuk pintu istana negara. Jutaan orang memadati Masjid Istiqlal, Silang Monas, Bundaran HI dan sekitarnya. Luar biasa. Tak ada uang sebanyak apapun yang bisa menyatukan mereka kalau bukan karena iman di dalam dada.
"dan yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Anfal: 63)
Allahu akbar! Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Masihkah dirimu meragukan firman-Nya? Masihkah dirimu berpikir ini aksi politik untuk menggulingkan pemerintahan seseorang? Masihkah dirimu memihak orang asing yang menuduhmu dibohongi ayat suci Al Quran? Think again, please.

It's fascinating. I'm happy seeing people in white, walking toward Monas, though I late today. Menyaksikan orang-orang berbondong-bondong, my little heart wanna participate. Want to be part of this history. But, I guess I should be satisfied just to be a witness. Sejarah shalat Jumat dengan jamaah terbanyak. Masya Allah

Sabtu, 19 November 2016

Ephemera

Judul: Ephemera
Penulis: Ahimsa Azaleav
Penerbit: lampudjalan
Terbit: 2014
Tebal: 193 halaman

Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit. Patah lagi. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi. Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianku melawan segala rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada lagi jatuh tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.

Maaf atas segala rasa yang pernah begitu berlebihan, atas bertumpuk-tumpuk rindu yang pernah dikirim angin, atas segala sakit yang sempat kita rasa, atas air mata tak tertahan, atas segala huruf yang pernah terangkai begitu saja, atas jatuh dan bangkit yang berseling membersamaiku, atas amarah dan benci yang aku tak berhak melakukannya. Semoga Sang Maghfiru memberikan ampunan-Nya padaku. Juga padamu. Bukankah kita sudah sama-sama percaya bahwa ini semua hanya ephemera?

Karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara.
***

Suka twist bab pertama. Ekspektasi buku ini berupa novel bakal seru nih, ternyata kumpulan cerpen. Tapi tetap, cerita yang disuguhkan worth to read. Tentang jatuh cinta, patah hati, pertemuan, perpisahan, harapan dan mimpi. Cerpen dalam buku ini lepas satu sama lain, kecuali empat bab terakhir. Dan menurutku yang most memorable memang empat bab terakhir itu.
Semoga Tuhan menjatuhkan cinta hanya kepada pemilik tulang rusuk yang digunakan untuk menciptakanku (dalam Saya, Jatuh Cinta hlm 68)
Jatuh cinta dan patah hati hanya sementara. Dalam buku ini terdapat istilah yang lebih bagus dari move on, yakni move up. Ketika move on kita berpindah ke hubungan horizontal, move up berpindah ke hubungan vertikal. Sebelumnya aku pernah bilang jangan berharap pada manusia kan, nanti kecewa. Dekatilah penciptanya.
Karena bangkit dari patah hati adalah sebagian dari iman (dalam Ephemera hlm 141)
Percayalah Allah penulis skenario terbaik. Berhenti menerka-menerka. Mungkin kita dipertemukan kepada seseorang sebagai ujian atau mungkin sebagai pelajaran bagi kita. Don't jump to conclusion. Belum tentu jodoh. Belum tentu your life companion. Keep calm. Akan datang nanti di waktu yang tepat. Bersabarlah menunggu dan mengisi waktu dengan hal-hal positif.
Kita memang tidak bisa mengulang kenangan, tapi kita bisa mengulang kebahagiaan di dalamnya (dalam Wisuda hlm 23)
Buku yang kubaca ini sudah cetakan ketiga. Masih ada typo kalau tidak salah ingat (berhubung membaca beberapa buku belakangan ini), tapi yang paling kentara di halaman 162. Pernikahan Finta dan Galang? Mungkin maksudnya Gandhi kak. Please correct it before make another copies. Sekian curcol review kali ini.

Jumat, 18 November 2016

Tentang Kamu

Judul : Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Terbit: Oktober 2016
Tebal: 524 halaman

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

***

Baru pertama kali ikut PO om Tere Liye. Hari itu (17/10) pukul 00.00 sudah stand by mantengin salah satu toko buku online yang melayani PO. Koneksi internet hari itu kurang yahud, sampai minta tolong saudari di Lamandau sana yang mesenin. Saking khawatirnya kehabisan. Besok paginya liat eh ternyata masih ada. Terlalu bersemangat memang wkwkk. Efek habis ikut PO Ika Natassa masih kebawa-bawa.

Covernya ga terlalu menarik. Mostly, beli karena ini bukunya Tere Liye. Buat yang belum pernah baca karya Tere Liye, sangat disarankan don't judge a book by its cover. Setelah baca ceritanya, bisa dibilang buku ini masuk kategori 'must have'. Still, masih kurang paham kenapa covernya hanya sepasang sepatu. Ceritanya sangat jauh dari hanya sepasang sepatu. Covernya mungkin bisa dibuat lebih menarik lagi om, kayak Matahari. I love its cover, yet, I haven't read that book. Masih berniat pengen baca dari Bumi-Bulan soalnya, cuma belum nemu pinjeman :x

Kembali ke Tentang Kamu. Jika kamu mengira buku ini ber-genre romance, kamu salah. Buku ini menawarkan lebih dari itu. Diceritakan seorang pengacara, Zaman Zulkarnaen, harus menelusuri kehidupan kliennya untuk mencari ahli waris dari harta warisan yang jumlahnya bisa menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Kliennya bernama Sri Ningsih. Seorang wanita asal Indonesia, tapi berpaspor Inggris.

Zaman menelusuri kehidupannya, bahkan sejak lahir 70 tahun yang lalu. Dari Pulau Bungin hingga Paris. Beruntung masih ada yang mengingat kisah wanita itu. Seorang wanita yang pantas diingat dan patut diambil pelajaran. Kesabarannya, kerja kerasnya, baik hatinya, kegigihannya. Sedikit lega ini hanya kisah fiksi. Sungguh Sri Ningsih seorang wanita yang tangguh. Walupun fiksi, om Tere Liye mengaitkan dengan berbagai peristiwa penting yang memang terjadi di masa itu, seperti pemberontakan PKI, peristiwa Malari, bahkan euforia pernikahan Lady Diana dan Pangeran Charles.

Sweet moment ketika karakter Hakan Karim mulai muncul. Ah, memang cinta lebih penting diwujudkan dalam tindakan daripada sekedar kata-kata yang melesat di udara. Sri Ningsih, wanita yang merasa hitam, gempal, dan pendek pun bertemu jodohnya setelah merantau jauh, jauh ke belahan bumi lain. But still, mesti tetap aware ketika ingin memiliki keturunan di usia yang sulit. Sungguh menyedihkan di bagian ini. Pikirkan lagi ya, career first or married first.
Ada banyak hal-hal hebat yang tampil sederhana. Bahkan sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya. - hlm 257

Senin, 31 Oktober 2016

Garis Waktu

Judul: Garis Waktu
Penulis: Fiersa Besari
Penerbit: Mediakita
Terbit: 2016
Tebal: 212 halaman

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu. 

Maka, ikhlaskan saja kalau begitu. 

Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.
***

Buku yang pertama kali ku beli karena menaksir covernya. Simple, yet catchy. Sebelumnya belum pernah mendengar nama penulisnya, ternyata (setelah sedikit kepo) sepertinya adalah seorang musisi. Alasan kuat lain membeli buku ini karena berisi kumpulan sajak sehingga bisa dibaca kapan pun dan dari bagian mana pun. Awal-awal membaca lembaran buku ini terasa biasa saja, di sepertiga bagian terakhir baru menemukan *feeling* membaca tulisannya Bung :3
"Jika kita berjodoh, walaupun hari ini dan di tempat ini tidak bertemu, kita pasti akan tetap dipertemukan dengan cara yang lain."
Bukan, bukannya tidak tertarik dengan roman jatuh hati, hanya saja lebih tertarik pada bagian menyembuhkan luka. I can't say "Hai! Apa kabar?" lightly to certain someone, membuat seseorang (baca: diri sendiri) gagal move on. Pukpuk diri sendiri. Wkwkk.
"Jangan memikat jika kau tak berniat mengikat."
See? Don't get impressed easily. Orang yang baik kepadamu mungkin juga baik kepada semua orang. Jangan delusional.
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realitas? Dalam realitas kita berdua hanyalah dua orang yang berlari."
"Sadarkah bahwa Tuhan mengujimu karena Dia percaya dirimu lebih kuat dari yang kau duga? Bangkit. Hidup takkan menunggu."
"Lambat laun ku sadari, beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa. Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri keberadaannya."
I think I must stop here, before I copy-paste the whole book :p Singkatnya, buku ini bisa membuatmu senyum-senyum sendiri di suatu halaman dan membuatmu mengharu biru di halaman yang lain. Brace your heart. Buku ini menyuguhkan perjalanan, ya, perjalanan menghapus luka.

Salam dari orang yang senang bermain-main dengan luka; mengoreknya tepat kala ia beranjak kering, membiarkannya kembali basah, lalu menikmati sakitnya :')