CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 22 Agustus 2015

Second Step: Done

Alhamdulillah, berasa lega banget setelah siang hari itu (18/08/2015). Sempet syok dengan perubahan jadwal (lagi): jadi sesi tunggal di jam itu dan urutan ke empat di hari itu. Tapi ternyata makin ke sini makin bersyukur dapet jadwal seminar di awal-awal, karena ga banyak 'pembanding'nya dan kalaupun terdapat kekurangan di sana sini dapat dimaklumi :D

Setelah sesi itu berakhir, aku menyadari satu hal. Ya, aku merindukan saat-saat itu, saat menyampaikan riset di tengah orang yang ga dikenal. Beda feel-nya sama waktu presentasi di kelas. Saat seminar itu, menurutku kita perlu menilik wajah-wajah pendengar. Kita perlu menggunakan bahasa yang umumnya dimengerti orang-orang. Ketika ada pendengar yang bingung, kita perlu pandai-pandai memilih bahasa. Karena tidak semua orang mengerti istilah yang kita gunakan.

Katanya seminar itu saat di mana kita 'menjual produk' kita. Tapi menurutku lebih ke bagaimana kita menyampaikan temuan kita dengan baik dan dapat diterima umum. Walaupun bikin aplikasi, tapi jangan kayak sales juga kali, promosi di sana-sini haha. Well, kita mungkin punya persepsi masing-masing tentang 'menjual produk'. Pada akhirnya, seminar adalah tempat di mana kita bisa mempertahankan argumen kita dan berani mempertanggungjawabkannya. Moderator yang mengerti tentang topik yang diangkat dan ada narasumber yang mengoreksi, menurutku juga menambah kesuksesan suatu seminar.

Next. Terima kasih buat siapapun yang kemaren udah hadir, terima kasih atas pertanyaan, kritik, maupun sarannya. Semoga kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Buat yang kemaren ga kebagian kursi, jangan berkecil hati, doain aja semoga penelitianku bisa dipresentasikan di forum lain. Hehe.

Ohiya, terkait sebagai pembahas, maaf ya kalau aku banyak nanya. Aku sudah berusaha sebisa mungkin menahan diri. Semoga apa-apa yang kita diskusikan bisa menambah kualitas penelitian kita ke depannya. Sukses buat kita semua :))

Selasa, 04 Agustus 2015

Second Step: Danger

Perubahan jadwal seminar 'the script' sukses bikin bener-bener melek. Hari pertama guys, beruntung sesi 3, tapi, tapi, tapi...

Ah, suka banget bikin excuses. Saingan hari itu di sesi yang sama berat eh, tapi yaudahlah, gapapa, takdir. Emang ga pengen banyak yang nonton kan? T.T

Atas dasar apa pak dosbing memetakanku dideretan awal seminar? Entahlah. Sebelumnya padahal hari ketiga sesi 5. Tapi itu jurusan katanya yang ngeplot, bapaknya cuma bilang di tanggal 19-20.

Ah, yaudahlah, sekarang harus mulai serius, stop playing around, biar cepet kelar, cepet bisa prepare, menyiapkan amunisi sebanyak mungkin. Semangaaat. Doakan semoga sukses ya. See you on the top :))

Minggu, 02 Agustus 2015

That Moment...

Suatu kebahagian bagi pembaca bisa bertemu dengan penulis favoritnya, tapi apa daya jika pertemuan itu hanya berakhir menjadi wacana. Sore tadi rencananya bela-belain ke Jakarta Book Fair demi ketemu Moammar Emka sama Windry Ramadhina. Berhubung mager, akhirnya baru berangkat dari kosan jam jadwal Meet and Greet dimulai. Dengan kondisi jalanan ibukota, bisa ditebak lah ya telat sampai meeting point (re: Parkir Timur Senayan).

Karena telat, acara Meet and Greetnya udah bubar. Batal deh ketemu Moammar Emka, tapi beruntung masih bisa ketemu kak Windry :3 Ga sempat minta tanda tangan, apalagi foto bareng karena kakaknya udah mau pulang. Lain kali harus lebih gesit *catet.

Alhasil tadi jadinya ngubek-ngubek buku dan lumayan bawa pulang 3 buku Gagasmedia dengan diskon 35%. Urforgettable, Rhapsody, dan Memori. Hal paling failed tadi adalah ga sadar ada Orizuka main di saung pintar AgroMedia juga, bahkan tadi milih-milih buku bareng. Konyol banget ga tau penampakan penulis favorit sendiri. Yah, gimana dong, selama ini menyukai bukunya aja, jarang ga pernah dateng ke Meet and Greetnya. Di rundown acara juga ga menemukan nama penulis yang satu itu. Mungkin kak Orizuka cuma main ya. Ah, sayang benget lah momen tadi. Buat kalian yang suka ke Book Fair, ingat-ingatlah muka para penulis favorit kalian, mana tau bisa ketemu ga sengaja kayak tadi, kay?

Anyway, di saung tadi sempet ketemu penulis lain juga, kayak @nadiawaw, @mitamiranti_, @mas_aih. Sisanya maafkeun kalau ga terkenali :x Buat kalian yang mau ke sana, buruan, mumpung masih ada sampai besok (03/08). Banyak banget buku diskon sampai 35%, ada banyak yang jual tas juga tadi. Hati-hati laper mata. Jangan sampai dompet kerampokan. Selamat berburu :D

Jumat, 31 Juli 2015

Dear You: Demi Apa? Demikian Aku Mencintaimu


Judul: Dear You
Penulis: Moammar Emka
Editor: Christian Simamora
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2012 (cetakan ketiga)
Tebal: 382 halaman

"Seberapa jauh aku bisa bersembunyi tanpa mengingatmu? Sepertinya aku tak mampu melakukannya."

Ah, sudah lama mengidamkan buku ini, sudah lama juga menamatkannya, tapi sama sekali tak keberatan membacanya ulang demi review ini. Sungguh, bagaimana mengatakannya ya, buku ini terbilang frontal, hati-hati terseret, apalagi sampai baper. Haha. Suka diksinya yang tak biasa, tapi sungguh mengena. Merah jambu sampai biru legam.
"Jarak terkadang lebih indah karena ada jeda dan memberi ruang rindu yang luas bagi hadir sang cinta nanti."
"Karena kata hanya perantara, tak bisa seutuhnya. Biarkan rasa yang bicara dari kedalamannya, detik ini. Masih. Rindu ini, untukmu."
"Mulailah belajar melupakanku. Jika tidak mampu, biasakanlah mencintaiku."
Buku ini berisi kumpulan prosa yang dipersembahkan untuk cinta, demi cinta, dan kepada cinta. Sejumlah cinta, rindu, gerimis, hujan, dan senja dipaparkan. Kadang ada bagian-bagian yang ringan, mudah dicerna. Namun, kadang juga ada bagian-bagian yang perlu dibaca pelan-pelan baris demi baris, perlu dieja ulang dari awal untuk memahami maknanya. Ungkapan-ungkapan yang digunakan terkadang ada yang kocak juga xD
"Galau itu sebagian dari rindu. Kalau berlangung terus menerus hubungi rumah sakit terdekat."
"Kangen itu mirip kebelet buang air besar. Makin ditahan, makin blingsatan."
"Penemuan bersejarah di hidupku itu ya kamu. Selamanya ingin kumuseumkan di hati."
Aku selalu jatuh cinta dengan pagi. | "Kalau sama aku?" | "Bentar, bentar. Aku cek isi hati dulu."
Ada banyak banget kutipan favorit dari buku ini. Entah emang karena suka, entah tersindir, entah terjleb-jleb. Haha. Udah usaha mengurangi jumlahnya tapi ternyata masih tetep banyak. Maafkeun. Kalau kalian merasa ini spoiler, jangan dibaca selanjutnya.

Jumat, 24 Juli 2015

Bebas Tugas


It's almost two years, rite?
Melegakan juga akhirnya amanah yang satu itu sebentar lagi berakhir.
Dulu, ada kalanya merasa frustasi saat orang-orang tak lagi peduli, saat-saat ter(di)abaikan.
Dulu, menjatuhkan harga diri satu dua kali bukan perkara mudah.
Pernah mencoba tak peduli, tapi pada kenyataannya tetap tidak bisa tidak mengacuhkan kalian, tetap tidak bisa tidak memikirkan nasib kalian akibat ketidakpedulian yang tidak bertanggung jawab.
Kata orang-orang amanah memang tidak pernah salah memilih pundak.

Terima kasih buat kamu semua yang sudah membuatku tidak merasa sendirian mengemban amanah ini, terima kasih sudah bersedia direpotkan, terima kasih.
Ternyata masih ada orang-orang yang peduli, orang-orang yang bisa diandalkan, orang-orang yang bersedia meluangkan waktunya. 
Sungguh, terima kasih.

Maaf jikalau selama ini kinerjanya kurang memuaskan.
Maaf jika pernah melewatkan apresiasi atas nama kalian.
Semoga hal-hal baik yang sudah kita lakukan dibalas oleh Allah SWT.
Semoga sukses buat kita semua.
Semangat buat skripsinya. Insya Allah kita wisuda Oktober 2015 :))

Kamis, 16 Juli 2015

Amnesia

"It's hard to hear your name when I haven't seen you in so long." - 5SOS
Alumni SDN Sungai Besar 2 Tahun 2005 

Udah lewat satu dekade. Luar biasa rajin emang angkatan ini ngadain buka bersama. Udah 5 kali buka bersama, baru tahun ini yang rame banget pengikutnya. Bahkan ga sengaja barengan sama kakak kelas SD, katanya. Aku mah udah ga inget lagi muka kakak kelas SD, mereka ada aja yang inget. Bahkan muka mereka aja aku ga terlalu inget lagi. Hahaha. Gomen. Kalo sering ga ketemu emang bawaannya amnesia :p


Ga semua ikut foto kemaren. Ada yang kerja, ada yang pulang duluan. Totalnya 40-an orang deh rasanya yang ikut. Banyak muka-muka yang *maaf* terlupakan, apalagi kalo yang dulu beda kelas. But, it's really nice to meet you again, sincerely. Talkin' about anything. Dari hal yang penting sampai yang absurd. Ada yang ngungkit-ngungkit masa lalu pula. Hahaha.

People not remember days, they remember moments.

Segala emosi berhamburan waktu ketemu mereka. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu pernah buat kamu nangis waktu sepedamu dipinjem kelas 2 SD. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang rela membuatmu pertama kali memberi sontekan atas nama teman. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu kamu ceritakan bisa buat nilai mengarang cerpen Bahasa Indonesiamu 95. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu pernah jadi rivalmu bukan halnya dalam akademik aja, tapi juga percintaan. Wkwkk.

Funny, huh? Aku ga yakin mereka inget. That's all so-old-stories, yang mungkin hanya tersimpan di memori otakku. Dan kadang menyebalkannya punya ingatan bagus itu kalo ada hal-hal yang sebenernya pengen kamu lupain tapi ga bisa. Aaaa. Bagaimana perasaanmu ketika bertemu orang yang dulu pernah you-have-a-crush-on?
"I wish that I could wake up with amnesia and forget about the stupid little things." - 5SOS

Rabu, 15 Juli 2015

Night Changes

"We're only getting older, baby. Even when the night changes, it will never change me and you." - 1D

9/10. It's getting hard, chance to meet all of you, tens. Tapi, tetep saat-saat bisa ketemu kalian diusahain pake banget. Udah ngosongin tanggal dari jauh-jauh hari. Makasih buat yang kemaren baru nyentuh Banjarbaru langsung rela diculik ke Shaza. Well, walaupun Ipeh ga ikut, setidaknya namanya nampang *ehh xD

Ada yang udah kerja, ada yang sibuk koas, ada yang sibuk nyekrip, ada yang sibuk kkn. Semangat semuanyah. Semoga sukses buat kita semua. Ditunggu acara ngumpul berikutnya :))
"Kurun pertemuan kita boleh memendek bahkan terputus. Tapi rinduku tetap memanjang dan mengikat senja." - Dear You