CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 21 Desember 2014

Jakarta Lantern Festival

Setelah minggu yang melelahkan akhirnya bisa main juga. Minggu lalu (12-14 Desember) ada festival lampion gitu di Lapangan Banteng. Berhubung datengnya di hari terakhir jadi rame bingits. Untungnya punya bodyguard berseragam. Hahaha.

Agak-agak awkward juga jalan bareng si bodyguard. Well, siap-siap dapet tatapan aneh aja dari pengunjung lain. Harus ekstra hati-hati juga karena caranya menyebrang. Udah kayak yang punya jalan aja dia *peace Hahaha.

Lampionnya bagus-bagus, tapi kalo diajak foto bareng ga bagus. Hahaha. Selalu kayak gitu, nasib kalo main ke tempat lampion. Hmm harus punya kamera yang agak bagusan kali ya. Well, selamat melihat-lihat yang (sedikit) bisa diselamatkan.

Sabtu, 20 Desember 2014

Statistician or Programmer? Both.

Sebulan yang lalu lagi-lagi iseng mengikuti penyisihan online Gelegar Statistik. Kali ini penyelenggara acaranya STIS. Setahun yang lalu pernah ikut, tapi berhubung koneksi internet ga mendukung alhasil gagal. Ceritanya udah pernah ku posting di Me vs Statistician Games.

Tahun ini namanya berubah jadi Statistics Olympiad untuk kategori mahasiswa. Untuk SMA namanya tetap Statistician Games. Sewaktu penyisihan sempat ada kendala teknis, agak-agak kecewa aja harus ngerjain soal ulang di sesi berikutnya di hari yang sama (15/11/2014). Berhubung sesi 1 ku kacau banget, akhirnya ikutan sesi 3nya lagi lah, daripada menyesal nantinya kan.

Setelah mengerjakan soal ga terlalu berharap lolos, cuma 50% yang ku jawab. Banyak banget soal matkul Nonparametrik. Matkul yang baru akan ku peroleh semester depan. Pasrah deh dengan apapun hasilnya. Namun, ternyata tanggal 18nya diumumkan dan well, selamat menambah masalah baru.

Tanggal 30 kemaren batas daftar ulang semifinal. Rasa-rasanya pengen ga ikut. Alasan utamanya karna mesti bayar sendiri *eh. Hehe. Ga sih, lebih tepatnya karna hari semifinal itu langsung setelah UTS. Mana sempat persiapan. Ga enak aja mengecewakan kampus *tsah. Terlebih penyelenggaranya kampus sendiri. Masa kalah di rumah sendiri kan, yeah, something like that.nTapi hari itu dikasih support sama kakak. Katanya masa kalah sebelum berperang. Lebih malu-maluin ga sih? Hel-lo, akhirnya sadar. Karena udah disponsori juga, jadi ga ada alasan deh buat ga daftar ulang. Siap ga siap :"

UTS pun berlalu, dengan UTS multivariate yang sangat menyedihkan. Untung baru UTS, UAS nanti harus lebih maksimal. Okeskip. Maaf oot.

Di saat yang lain udah bisa hura-hura setelah UTS, aku cuma bisa menghela napas dalam-dalam. Masih ada beban yang harus ku tanggung. Untungnya ada partner, setidaknya bisa saling menguatkan. Kami pun belajar bareng (lagi). Sebenernya ikut ginian biar belajar statistik haha kalo ga ada pemicunya kadang emang susah menurutku. Sekali-kali perlu menantang diri sendiri. Udah bisa sejauh apa sih.

Soo, hari yang ditunggu pun tiba. Waktu sambutan denger-denger lomba statistik semacam ini akan disatukan mulai tahun depan. Wah, semoga aja ini bukan yang terakhir yang bisa ku ikuti. Masih ada kampus yang mau ku datengin pake almamater biru telor asin ini xD

Anw, Sabtu lalu itu ibarat reuni haha. Beberapa muka udah ku kenal. Dimanakah gerangan kalian wahai wajah-wajah baru? Mungkin banyak singa yang masih tidur di luar sana. Singa yang terlalu nyaman dengan dirinya sendiri. Hey you, yes you. Get out of the box :D

Saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Ah, agak-agak nyusahin sistem lombanya. Jadi ceritanya mesti jual beli gitu. Kalo kita berhasil jawab soal, nanti dikasih poin yang bisa digunakan buat beli soal berikutnya. Kalo jawaban kita salah, boleh kembali ke tempat, tanpa pengurangan poin. Jual beli tadi dilakukan selama 1,5 jam.

Bener-bener memakan waktu kalo kita salah jawab, mesti bolak-balik ke pengawas. Tapi ya tetep harus usaha jawab biar bisa dapet poin buat beli soal berikutnya. Pas berhasil jawab soal itu rasanya makin excited. Tapi pas keambil soal yang gabisa kita jawab tu rasanya dunia menyempit :" Untung-untungan lah pokoknya. Ya, namanya juga games. Harus pinter-pinter bersiasat mempertahankan poin.


Seperti dugaan, besoknya ga lolos final. Selamat buat partner, selamat melanjutkan perjuangan. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Karena ga lolos final, bisa tetep bertahan di Auditorium ikut seminar yang topiknya menarik. Jadi terhasut buat menjadi seorang 'Bayesianis', bukan 'Frekuentis'. Makasih pencerahannya Prof.

Jadi, sekilas intinya data itu pasti punya faktor 'takdir' yang menyebabkannya begitu. Ga bisa kita paksakan selalu mengikuti asumsi klasik dengan transformasi dan lain sebagainya. Faktor takdir tadi juga memiliki distribusi dan kita harus berhati-hati menentukan 'prior'nya. Sayangnya, untuk level S1 dilarang keras sama ibu kajur kalo mau ngambil topik Bayesian. Bahaya juga kalo misal ngerti Bayesian, tapi hal-hal dasar ga bisa. Nantilah kalo udah S2 :D

Sebagai partner yang baik harus nonton presentasi partner dong ya. Jadi, setelah para finalis mengerjakan soal Studi Kasus di Lab, mereka harus mempresentasikannya dan diberikan pertanyaan/kitik/saran dari para juri. Agak-agak jleb aja pertanyaan-pertanyaan jurinya. Hal-hal dasar sebenarnya, tapi kadang kita lupakan esensinya. Studi kasus yang mereka peroleh semacam Rancangan Percobaan. Pertanyaan yang paling ku inget itu apa arti p-value? Peluang untuk tolak H0 atau terima H0? Hayoo. Trus juga pertanyaan kenapa asumsi keseragaman varians perlu dipenuhi pada Uji ANOVA? Agar hasilnya valid, ketika diuji secara simultan hasilnya harus sejalan dengan uji parsialnya. Trus kenapa harus berdistribusi normal? Jawabannya karena statistik uji yang digunakan adalah Fisher, karena distribusi Fisher berasal dari Chi-square dan Chi-square berasal dari Normal, makanya harus normal. Kalo ga normal diapain? Biasanya sih ditransformasi gitu datanya. Nangkep ga? Ya begitulah, maaf bahasannya statistik banget. Merasa tergampar juga kalo misal ditanya gitu ga bisa jawab. Hal-hal kecil, tapi esensinya harus kita pahami sebagai statistisi. Jangan taunya analisis-analisis doang, tau esensinya juga penting #notetomyself


Terakhir, makasih buat Salas yang udah menangin STIS. Walupun juara 3, gapapa. You're the best. Rancob kan cuma kita pelajari dua pertemuan di satu mata kuliah. Sedangkan tetangga bahkan dapet dua mata kuliah Rancob. Buat partner tetep semangat ya. Semoga masih ada kesempatan lain buat kita :))

Jadi sebenernya statusku statistisi atau programer? Dua-duanya bisa. Awal-awalnya aku merasa tersesat. Tapi memang begitulah jurusan Komputasi Statistik. Di satu sisi harus bisa Statistika, di sisi lain harus bisa programming. Semacam double degree kalo kata temen yang ku ajak diskusi kemarin. Harusnya bersyukur udah tenggelam di jurusan keren yang satu ini. Dunia membutuhkanmu haha. Sori random. Yuk ah, fokus mencari taufik. Ulalala~

Thanks for reading.

Sabtu, 29 November 2014

Hujan Matahari

Judul : Hujan Matahari
Penulis : Kurniawan Gunadi
Penerbit : Canting Press
Tebal : 204 halaman
Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2014

Udah lama ngidam buku ini, semenjak liburan semester lalu. Beruntung menemukan teman yang punya. Berhubung buku ini self publishing jadi agak susah belinya, mesti order dulu. Besok (30 November 2014), sebenarnya ada acara bedah bukunya di Bogor. Lumayan bisa dijangkau sih, tapi berhubung Selasanya ada ujian dan belum menemukan teman yang bisa diculik ke sana, jadi yaudah lah. Lain kali mungkin, pas acaranya di Jakarta :)

Lagi-lagi baca kumpulan cerita dan prosa. Buku ini bisa dibilang lebih padat dibanding Ja(t)uh. Ada banyak banget pembelajaran yang bisa kita ambil, kalo kita bersedia melapangkan pemikiran. 
Hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang untuk memberikan pembelajaran. Pergi pun meninggalkan pembelajaran.
Buku ini di bagi menjadi 3 bagian. Gerimis, Hujan, Reda. Ada banyak kisah, sebagian besar sweet. Ah, kamu harus kuat iman juga baca buku ini, nanti kamu jatuh :D Aku suka analogi-analoginya. Diksi-diksi yang digunakan. Pemahaman yang disematkan. Well, you must read it by yourself.

Beberapa cerita dan/atau prosa di dalamnya pernah dimuat di akun tumblrnya, bahkan beberapa sudah dijadikan suaracerita, kayak "Tujuan", "Bersamaku" dan "Maukah Kau Mencoba Menjadi Angin?". Beberapa tulisannya, "Perasaan Kita", "Maukah Kau Menunggu?", "Bila Tidak Ada Pertemuan", "Laki-laki dan Perempuan" dan masih banyak lagi. Kalau kamu penasaran tapi belum bisa baca bukunya bisa kepo akun tumblrnya dulu. Hahaha. Jadi semacam promosi *plak.

Bingung apa lagi yang mesti ditulis. Bagi quotes aja kali ya. Happy reading. Jangan salahkan aku kalau nanti kalian ketagihan baca tulisannya ya. Hahaha. Fyi, beberapa orang sudah menjadi korban. Mungkin kalian akan menjadi yang kesekian :p

Suatu Sore di Bawah Poho Randu
"Kira-kira apa yang harus kami lakukan kalau kami belum siap memberikan kepastian?"
"Jangan sekali-kali memberikan harapan. Camkan itu."
Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak
Perempuan lebih suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu.
Untuk Siapa
"Ya Allah, hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satu pun nama bisa hamba sebut karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon, jodohkanlah hamba dengan seseorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-Mu."
Hujan yang Jatuh
Ah, kamu tahu? Hujan tidak pernah tahu di mana ia jatuh. Maka beruntunglah hujan yang jatuh di tempat yang tepat. Di tempat yang sedang membutuhkan hujan. Aku adalah tempat itu dan kamu adalah hujan.
Tujuan
Aku bukan pilihan, aku tujuan
"Aku tidak ingin menjadi pilihanmu. Sekalipun kamu memilihku diantara banyak pilihan. Karena kamu telah memulainya dengan pembandingan"
Boneka
Seseorang yang peduli dengan perasaannya akan memilih maju atau menunggu, ia tidak pernah diam saja.
Surat
Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu, kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa aman untuk membuka cerita kepadamu.
Aku hanya sekedar mengingatkan, berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan aman dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu, teman.
Karena Apa?
"Aku tidak sedang mencari teman minum kopi atau membaca buku, tidak juga sedang mencari teman naik gunung. Aku mencari teman hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa bersama menuju-Nya. Dan aku tidak peduli dengan selain itu."
Untuk Sementara Waktu
Untuk sementara waktu, jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya. Sampai waktu dimana dia harus diberikan dan diterima oleh orang lain. Sampai waktu di mana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.

Selasa, 25 November 2014

Trade Off

Pernah mengorbankan sesuatu demi sesuatu yang lain? Pasti pernah, atau bahkan sering? Seperti aku misalnya. Ha. Akhir-akhir ini sering banget melakukan trade off, ke salah satu event yang ku datengin minggu lalu misalnya.


Di hari dan tanggal yang sama juga ada Pasar Seni ITB. Pengen ke sana padahal, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku dan Pumo memutuskan ke #hellofest2014 aja. Well, agenda ke Bandung memang selalu berakhir wacana. Hahaha. Maybe, next time, I will make it happens. With you maybe :v

So, we are going to Tennis Indoor Senayan. Baru berangkat jam 2 siang lewat, setelah menyelesaikan berbagai urusan. Tujuan kami dateng ke sana sederhana sih, ketemu mas Rangga. Hahaha. Liat-liat cosplayer atau belanja menjadi agenda ke sekian.

Susah memang kalo mau pergi kemana-mana tanpa menemukan anak S*TIS. Ketemu anak 55, ketemu Adnan, Brilian, sama Robby. Yeah, dunia itu katanya sempit.

Pada akhirnya tetep foto bareng cosplayer :v

Ini cosplayer Attack on Titan. Bagus, mereka berdua kayaknya kakak beradek deh dan kembar (?)

Hari mulai makin sore dan kami pun beranjak ke panggung utama. Beruntung pas kami masuk acara yang kami tunggu-tunggu belum mulai. Lalu menyusuplah kami di barisan tengah penonton :D

Akhirnya setelah 12 tahun ketemu mas Rangga haha.

Main Cast, Sutradara dan Produser Pendekar Tongkat Mas

Setelah menjadi salah satu orang pertama yang liat behind the scenenya, official trailernya dan cuplikan 2 menit filmnya, jadi pengen nonton film ini 18 Desember nanti. Walaupun jauh banget dari genre ku yang biasanya, tapi kayaknya film ini worth it buat ditonton. Settingnya di Sumba. Aaaa, jadi ga sabar.

Last, wefie bareng. Ga nyangka ternyata aku keliatan. Hahaha.
Gambar diambil dari tweet @TaraBasro

Yap, sekian ceritaku kali ini. Cerita pendakian Papandayan menyusul ya. There are so many stories that I wanna tell you. Ga habis-habis kayaknya kalo diceritain. Hahaha. Karena kesibukan ku beberapa minggu terakhir dan fd ku yang  masih nyangkut di tangan orang, jadi harus dipending ceritanya. See ya.

Kamis, 06 November 2014

You Are The One

05.11.2014
Sebelumnya, maaf banget buat temen sekelas yang udah jadi korban keisenganku *bow* Baru kali ini jadi sumber pembatalan sesi. Hahaha. Serius, becanda doang loh awalnya gaes. Maaf banget, terutama buat yang udah jauh-jauh naik jet dari bekasi dan sekitarnya.

Harusnya hari itu kuis OS, Rabu, sesi 3. Trus sorenya ada briefing pendakian umum. Padahal sebelumnya udah janjian bareng anak kosan mau ke IIBF (re: International Indonesian Book Fair). Ku bilang ke mereka kalo misal sesi ku batal, dijadiin aja lah ke IIBFnya, kapan lagi ketemu abang yang udah jauh-jauh dari US. Jadilah, iseng minta ketua kelas ngelobi pak dosen. Ku bilang kelas tetangga bisa dipending, kali aja kelas kita juga bisa. Eh, tau nya beneran bisa diganti sesinya.

So, ketiga beningers pun akhirnya berangkat ke Istora GBK jam setengah 4 sore. Karena hari sudah sore, banyak orang-orang pulang kerja, jadi kami mengambil jalur transit dua kali. Mampir ke Matraman, sama Dukuh Atas 2. Lumayan jauh sih transitnya, tapi perjalanannya jadinya ga sejam lebih. Ga kebayang deh kalo ke Harmoni, bisa-bisa konser mini abang Raef udah kelar.

Beruntung akhirnya kami mendarat di panggung utama jam 5 kurang 10 menit. Pas banget konsernya belum mulai dan kami dapat tempat duduk di barisan ketiga dari depan. Berasa penonton VVIP, jarak panggungnya deket banget lagi. Berasa bener-bener dinyanyiin spesial buat kami. Hahaha. Sayang penontonnya sepi, untung ada fans clubnya yang meramaikan. Kayaknya sih publikasinya kurang, soalnya banyak yang ga tau.

Well, back to Raef. Awalnya bang Raef bilang dia cuma bakal nyanyi 2 atau 3 lagu. Pertama The Bright Moon (Tala'a Al-Badru), trus So Real. Ah, aku suka lagu ini, masih nyangkut liriknya :3
Allah, everyday I'll try to be as true as I can to You
Cause loving You the best I can
Will always be my number one and only plan
Sehabis lagu ini ada bagi-bagi bingkisan, pertanyaannya dari Raef. Pertama ditanya tahun berapa truk yang ada di cover albumnya. Jawabannya 1989. Trus apa perkerjaan dia yang paling pertama kali. Jawabannya programmer. Yes, right, makin suka deh *eh :3

Selanjutnya, dinyanyiin Call On Him. Hmm, setelah lagunya selesai ngarep banget dia nyanyi lagi. Dan, yes, ternyata ada encore dan tentunya lagu yang ditunggu-tunggu. Yap, You Are The One. Pas nyanyi lagu itu dia ada ngubah lirik reff nya ke bahasa Indonesia. Aaaa, kasih applause deh buat abang. Kejutan yang menyenangkan. Kalian belum tau lagunya? Nanti ku kasih spoiler videonya :3

Ga nolak *eh

Official Music Videonya :3

Foto yang diambil dari akun @RaefMusic. Di akhir performance-nya, dia izin buat memfoto kami. Hayo tebak, di mana kah aku? :3


Sebenarnya ada sebelas negara yang berpartisipasi dalam IIBF kali ini. Tapi berhubung hari udah malam dan tujuan kami udah tercapai, kami cuma keliling-keliling bentar. Trus ketemu bang Raef habis sholat Magrib, sayang ga sempat foto bareng. Akhirnya merapat ke story wall korea yang lumayan eye catching. Well, sekian ceritaku kali ini, thanks for reading.

Sabtu, 01 November 2014

Tuhan Maha Romantis

Judul             : Tuhan Maha Romantis
Penulis          : Azhar Nurun Ala
Penerbit        : Azharologia
Tahun Terbit : 2014
Tebal             : 251 halaman

Kamu percaya Tuhan maha romantis? Hmm, tidak mengapa jika kamu bingung, tapi percayalah Tuhan penulis skenario kehidupan yang sangat baik. Novel ini sebenarnya sudah ku baca sebelum Ja(t)uh, hanya saja postingannya tertimbun dalam draft, dan sekarang baru tergerak buat melanjutkan reviewnya. Enjoy!
"Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia."
Cerita diawali dengan pertemuan sepasang manusia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu. Well, kalian bisa menebak sendiri kan betapa canggungnya. Betapa sulitnya menyinkronkan apa yang ada dipikiran dengan lisan. Harus diakui, penulis sukses menularkan kebingungan di awal babnya dan membuatku bertahan membaca bab demi bab berikutnya.
Kenangan. Adalah merekam, satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini. Adalah memutar ulang rekaman dan menertawakan segala kebodohan yang terekam di dalamnya, hal paling menyenangkan nomor dua. Sebab itu kita suka menulis. Sebab itu kita suka memotret—atau dipotret. 
Alur cerita yang digunakan adalah alur campuran, maju-mundur-maju. Intinya novel ini bercerita tentang perjuangan seorang Rijal Rafsanjani yang jatuh cinta setengah mati dengan Annisa Larasaty. Namun, ia mempunyai prinsip untuk menjaga agar cintanya tetap mulia. Begitulah. Bermacam lika-liku kehidupan ia lewati. Hingga sampai satu titik, bahwa di setiap cerita harus ada yang terluka. Atau mungkin bahasa halusnya merelakan, melepasnya pergi.

Tapi, percayalah. Ke mana pun kita melangkah, ke mana pun kita memilih. Tuhan telah menyediakan skenario terbaiknya. Jika memang ditakdirkan, segala urusan kita akan dimudahkan. Akan selalu ada jalan untuk menemukan tulang rusukmu yang hilang. Tulang rusuk tidak akan tertukar, kan?

Bagian paling favorit dari novel ini sudah pernah ku tulis, yakni Hujan Bulan Juni. Bagian interpretasi puisi yang manis, ketika lewat aksara kita bisa menyampaikan berjuta rasa. Dan di bawah ini ada soundtrack Tuhan Maha Romantis, happy listening~

Jumat, 31 Oktober 2014

Cinderella Rambut Pink

Judul            : Cinderella Rambut Pink
Penulis         : Dyan Nuranindya
Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2010
Tebal            : 200 halaman

Sinopsis       :
Karena dianggap merusak nama baik keluarga besar Montaimana, bertahun-tahun Oscar tinggal di Amerika. Tapi ternyata Oscar nggak berubah. Dia tetap jadi anak nakal yang malas dan hobi berantem. Cuma satu yang dia cintai: membidik objek dari balik kameranya.

Mengetahui di Jogja banyak tempat indah, Oscar langsung terbang ke sana untuk sekalian bertemu Bima, kakaknya. Tapi apesnya, di Jogja kepala Oscar malah jadi sasaran sepatu dekil seorang cewek eksentrik bernama Dara.

Kepribadian Dara yang unik dan mandiri menarik perhatian Oscar. Padahal penampilan Dara agak-agak ajaib untuk seorang cewek. Celana belel, kaus hitam, rambut highlight pink, dan permen karet yang tak pernah ketinggalan di mulut. Sangat ngasal dan berantakan!

Di sisi lain, Dara merasa hari-harinya jadi penuh kesialan. Selain karena sepatunya yang diberi nama Mr. Dekil hilang, Dara juga mendapati pacarnya, Ray, selingkuh. Belum lagi ada cowok bernama Oscar yang sepertinya sok mau tau dengan kehidupannya. Apa maunya sih cowok itu?

Resensi       :
Kemaren beli buku ini karena lagi ada bazar buku murah. Berasa familier gitu sama penulisnya dan  ternyata gara-gara penulis novel ini juga nulis Dealova, salah satu buku yang pertama kali ku baca waktu SMP.

Cerita dalam novel ini secara garis besar udah terangkum dalam sinopsisnya. Begitulah. Ceritanya khas teenlit, sederhana, ringan. Sayangnya, alurnya ketebak. Entahlah. Rasa-rasanya aku pernah membaca cerita yang serupa, mungkin memang buku yang sama, tapi aku lupa udah pernah membaca buku ini atau belum. Rasa-rasanya sih belum, tapi entahlah. Memang udah cukup tua umur bukunya. (lagi-lagi) Mungkin aku sebaiknya membacanya ketika SMA dulu, biar lebih dapet feelnya. Hahaha.

Paling suka momen pas Dara buka album foto dari Oscar. Somehow sweet, ketika ternyata ada seseorang yang diam-diam memperhatikan kehidupanmu lebih dari dirimu sendiri. Jangan lewatkan, kesempatan yang sama ga selalu datang untuk kedua kalinya.

When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don't ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

Sepenggal lirik dari Endah n Rhesa ini mungkin sudah cukup untuk mengakhiri resensi kali ini. Semoga ga jera baca resensi dari blog ini ya xD