CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 24 September 2017

Happy Little Soul

Judul: Happy Little Soul: Belajar Memahami Anak dengan Penuh Cinta
Penulis: @retnohening
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: 2017
Tebal: 216 halaman

"Ndak apa-apa, itu namanya be-la-jar." Atau, "Sorry..." seru Kirana sambil tersenyum dengan tatapan mata teduhnya yang siapa pun pasti tak bisa menolaknya.

Please... Sorry... Thank you... adalah kata-kata tulus nan menggemaskan yang kerap disampaikan oleh Kirana ketika bermain. Baginya, belajar dari kesalahan is okay. Dan bagi Ibuk, dia justru banyak belajar tentang sabar dari sang anak, Mayesa Hafsah Kirana.

Life is an adventure. Cerita petualangan Ibuk dan Kirana di Happy Little Soul ini mengajak kita semua‒kakak, adik, orang tua, calon ayah atau ibu, dan sebagai apa pun perannya‒untuk belajar hal-hal sederhana mengenai kasih sayang dan belajar bersama mewarnai kehidupan dengan lebih baik.
***
Buku yang saya pinjam dari seorang kakak yang sebulan lalu telah menjadi ibu. Tertarik baca buku ini karena flooding di timeline awal-awal tahun, I'm just curious. Saya bahkan belum follow Ibuk, seringnya mengklik kalau ada postingan Kirana muncul di explore aja. Ketika liat buku ini ada di rumah, izin pinjem sebagai teman perjalanan. Jujur, bukunya tidak terlalu gimana-gimana. Saya selesaikan dalam perjalanan ke Cirebon kala itu, berhubung harus dikembalikan ketika jadwal pulang berikutnya mendekat.

Ada hal-hal parenting sederhana yang bisa diambil contoh. Sedikit sudah pernah saya coba, ketika berbaur dengan anak-anak and it worked. Menanyakan apakah mereka senang bermain bersama kakak, menawarkan bantuan membereskan buku bersama setelah selesai membaca, men-encourage mereka ketika berhasil menyelesaikan sesuatu, mengajarkan meminjam barang dengan baik dan mengucapkan terima kasih setelahnya. Betapa menyenangkannya dunia anak-anak, tempat kita‒yang dewasa‒ bisa ikut belajar jujur mengekspresikan sesuatu, tanpa pretensi.

Ada tips-tips bagi (calon) ayah atau ibu, ada games dan resep kreatif ala Ibuk juga. Bagi yang berminat belajar parenting, buku ini bisa dicoba. Ringan kok bahasanya. Sayang, kadang ada paragraf yang redundant, mengulang-ulang untuk menjelaskan ide yang sama. Well, harap dimaklumi basic Ibuk bukan penulis, melainkan full time mother. Bagi yang ingin melihat betapa menggemaskannya Kirana, mampir aja ke akun ig Ibuk. Mana tau ikut terinspirasi segera menjadi ibu *eh.

Kamis, 17 Agustus 2017

a (real) night at the museum


Last night, I and one of my friend went to Museum Perumusan Naskah Proklamasi or well known as Rumah Laksamana Maeda at Imam Bonjol street 1. Mengunjungi museum pada malam hari sungguh berbeda dari siang hari. Jika tidak ada event KHI (re: Komunitas Historia Indonesia), mungkin tidak akan ke sana tadi malam. Hari itu ada rapat hingga malam dan besok paginya apel. Benar-benar nekat. Beruntung dibuat tidak menyesal, walaupun harus menahan kantuk yang melanda.

Acara dimulai jam sembilan malam, kami baru sampai. Antrian registrasi masih mengular dan kami tidak sengaja bertemu adik-adik angkatan. Penting memang meninggalkan attire sejenak jika tidak ingin terdeteksi :v *abaikan

Oh iya, ini memang bukan kali pertama saya ke museum. Jika ditambahkan pada malam hari, iya, museum ini yang pertama. Museum Sejarah Nasional di bawah cawan Monumen Nasional menjadi yang pertama saja kunjungi. Setelah itu, diajak tour museum oleh seorang teman, yang pada akhirnya tidak pernah beranjak dari kata wacana. Selanjutnya ke Museum Nasional Indonesia dengan teman-teman yang berbeda dalam rangka Jakarta City Tour kala itu. Lalu, dua bulan lalu (18/06) mulai ikut kegitan KHI dengan tema Jelajah Jejak Arab di Batavia. Fascinating, saya menemukan bahwa belajar sejarah bisa semenyenangkan itu. Guide yang mengerti sejarah benar-benar membantu, membuat ingin belajar lebih banyak lagi. Dulu ketika masih sekolah, I always said history is not my cup of tea.

Tadi malam belajar lagi peristiwa-peristiwa penting menjelang perumusan naskah proklamasi. Mulai dari lumpuhnya Jepang setelah pengeboman Hiroshima Nagasaki, pengasingan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok, perjuangan Ibu Fatwati mencari kain hingga menjahit bendera merah putih pertama kali, hingga Sayuti Melik mengetikkan naskah proklamasi. Sungguh kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan keringat, darah, dan nyawa. Kita sekarang pun perlu mengisi kemerdekaan dengan berjuang: berjuang melawan lupa, hilang ingatan sejarahnya.
"bangunlah jiwanya, bangunlah badannya"
Kita tidak bisa sampai pada kondisi sekarang tanpa bambu runcing. Mari manfaatkan momentum introspeksi. Sudah tercapaikah cita-cita bangsa? Apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini? Kita memang berbeda-beda, jangan individualis, jadilah sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat.

Mari merayakan kemerdekaan dengan belajar sejarah, mengenal para pahlawan, mengenal perjuangan mereka, mendoakan mereka, mengapreasiasi mereka, hingga kita bisa meneruskan cita-cita mereka, bukan dengan hura-hura. Apakah lomba balap karung, makan kerupuk, atau lari bawa kelereng di atas sendok akan meningkatkan kecintaan pada Indonesia?
"cintai sejarah, supaya kita bisa lebih mencintai Indonesia"
Another shot. Have you ever got different feeling when sang national anthem, Indonesia Raya? Menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak pernah sama lagi. I don't remember exactly from when. Mungkin ketika menyanyikan lagu tersebut sesaat sebelum turnamen internasional di Gelora Bung Karno. Atau mungkin ketika menyanyikan lagu tersebut di luar teritorial Indonesia. Ada perasaan jatuh cinta, bergetar, yang entahlah, tidak bisa dijelaskan dengan rinci sejak kapan atau karena apa. It's just happen.

Tadi malam menemukan hal yang menambah rasa bergetar menyanyikan Indonesia Raya. Lagu yang diciptakan W.R. Supratman ini ternyata memang lagu yang paling menggugah semangat. Lagu yang dinyanyikan pertama kali pada kongres pemuda ini, bahkan penciptanya tidak bisa menyaksikannya menjadi lagu kebangsaan karena beliau meninggal sebelum Indonesia merdeka. Sudah punya lagu ini di smartphone masing-masing? Kalau belum, silakan di-download terlebih dahulu atau kalau berminat dijadikan ring back tone seperti Kang Asep Kambali, founder KHI.


Overall, acara kayak tadi malam beneran worth to try, again. Menambah wawasan, menambah pengalaman, menambah teman pun. Sayang film dokumenter berbahasa Jepang kemarin tidak ada subtitle-nya. Jadi agak sulit memahami ketika tidak dinarasikan. Alhasil, lost focus sometimes. Sesi renungan kemerdekaan membuat saya benar-benar bangun malam itu. Thanks for remind me. The highlight, jelajah tengah malam peristiwa perumusan proklamasi kemerdekaan RI dimulai setengah satu dini hari. Our group guide (re: Rendy) did a good job. Terima kasih penjelasannya kak.
 "kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan sejarah?
Sekian cerita kali ini. Masih banyak hal-hal seru di museum ini, misalnya teks proklamasi tulisan asli Soekarno atau patung lilin Sayuti Melik yang mengetik naskah proklamasi atau bunker misterius di belakang museum. Sengaja tidak memberikan gambar spoiler :D Silakan menyempatkan diri berkunjung, belajar sejarah, mengenal para pahlawan pejuang proklamasi di sana. Tenang saja masuknya gratis, tapi tetap saja museum di sini sepi pengunjung. Kesadaran diri masing-masing sepertinya yang perlu ditingkatkan :)

Sabtu, 05 Agustus 2017

you are just on time

"You are not late.
You are not early.

You are just on time.
Jangan stress."
Syawal passed and you still got many wedding invitations. When it came from your bestie, you also happy, rite? Last night got unexpected call regarding same issue and joking around, you feel relived huh? Wkwkk. On the second call, you realized that when you met Mr. Right, you knew it's him, well said.

I just want to clarify something urgent last night. Time flies, people changes. And there must be a huge reason, like family, friends or surrounding environment. I exactly know, there is responsibility that we must hold. Tergantung kitanya kapan mau berani mengambil tanggung jawab itu.

Percayalah bahwa Allah sudah mengatur rezeki/jodoh kita sedemikian rupa. Jangan lupa bersyukur. Ikhlas dan sabar menerima segala ketetapan-Nya. Tulang rusuk tidak akan tertukar. Kalau kita kehilangan seseorang sesuatu, nanti akan diganti yang lebih baik. Percayalah. Akan tiba saat yang tepat.

Stop doing something silly. Stop delusional. There are a looot of things that you can do while waiting. Banyak hal yang jauh lebih bermanfaat. Banyak cara untuk menyibukkan diri. Banyak jalan untuk merelakan, salah satunya dengan mendoakan. Get hold to yourself. Stay cool. Everything happen for a reason.

Senin, 31 Juli 2017

poverty line is just a number

Garis kemiskinan sedang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir. Sayang, tidak semua cukup paham mengenai angka tersebut. Kita, apalagi awam, perlu berhati-hati menerjemahkan angka, apalagi angka nasional.

Garis kemiskinan itu pengeluaran per kapita, pengeluaran per orang. Tidak dibedakan daerah perkotaan atau perdesaan. Tidak dibedakan daerah sentra ekonomi atau daerah tertinggal. Tidak dibedakan pengeluaran anak-anak atau dewasa. Sehingga angka tersebut cukup wajar, pun mengingat lebar kesenjangan di negeri ini.

Garis kemiskinan dipakai untuk mengestimasi jumlah penduduk miskin. Kemudian muncul kesimpulan tahun sekian jumlah penduduk miskin bertambah atau berkurang. Lalu, orang-orang mulai banyak berspekulasi dan sedikit memberi solusi.
What you can do to END poverty?
Kita bisa (sedikit) berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ada tiga poverty terminator, yaitu (1) pendidikan, misal dengan ikut serta mengajar anak-anak dari keluarga kurang mampu atau menyediakan perpustakaan keliling agar meningkatkan minat baca mereka; (2) pro poor technology, misal dengan andil membangun BTS di daerah terpencil, memperbaiki jalan menuju sekolah atau puskesmas; (3) enterpreneurship, membagi semangat positif.
Do you believe zero poverty can be achieved?
Say yes guys, be positive! We can make small contribution. Learning something new for better tomorrow. Make human more productive (in education and health). Improve technology and infrastructure. Create jobs. Equality in opportunity. Keluarga miskin harus mampu menikmati pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, sanitasi, air bersih, etc.)

Mengentaskan kemiskinan sesuatu yang berat, tetapi bisa dilakukan. Tidak hanya membutuhkan dana, tapi juga pemikiran. Perlu pembelajaran, perlu kita semua untuk melihat, meneliti, mengawasi, dan memberikan laporan. Mari gotong royong membangun Indonesia :)

Inspired by #supermentor16 End Poverty, October 17, 2016

Rabu, 31 Mei 2017

when Bandung seems nice

I always too lazy to go to Bandung actually, for kind of 'additional' job. It's good to be youth, but please, can you exclude me next time?

Well, we need to work hard, but for me 'work hard, play harder' :p So, I decided to join my senior trip, even though I don't really know the rest. Luckily, I got last ticket on same schedule with them.

We rent a car in Bandung. We went to Tebing Keraton and Maribaya. It's really nice went to somewhere green. Refresh our mind. Even when getting job in the middle, forgot it! I paid it back as soon as my playin time done :v

Maribaya's Mountain Swing*
*)Another group photos will attached later wkk.

Fyi, ticket to Tebing Keraton 12k, ticket to Maribaya 20k. Tebing Keraton is a nice-quiet-green place, but the road towards there is worst. The car can only drive up to the welcome gate. We need to get an 'ojek' for the rest cobblestone roads. Maribaya is famous-crowded-green place, even on weekdays. In Marabaya, we must pay for each 'wahana', such as Sky Tree 15k, Zip Bike 20k, and Mountain Swing 20k. The queue quite long, so we decided just took one ride. There will be a photographer who takes our pictures. And we can get soft copy with 10k for every single picture.

Time to go back to reality. Four days like errr I don't even want to described it. Skip to Saturday, please. Finally, I met one of my highschool best pal. She already moved to Sukabumi. It has been more than four years I guess last met her. Thanks for two hours of quality time. Talking bout rush, movies, series, and of course quarter-life-crisis stuff. Jangan jera dikunjungi ya wkk. See you on the top sis.

NB: Forgive my poor grammar and vocab :x

Rabu, 17 Mei 2017

Let's Eat: Ikkudo Ichi


Anyone who love Ramen should go to this place I guess. This place is one of my friend favorite. For the first try, I choose Tori Miso because the corn on the menu picture. And at the second try, I choose Ikkudo's Tori Kara. Well, spicy Ramen is so much better anyway :v

Setiap tempat punya cerita. Walau makan di tempat yang sama (bahkan di meja yang sama) dengan teman yang berbeda, sangat terasa perbedaannya. You know, bukan tempatnya yang dirindukan, melainkan orangnya. Yeah, I miss you my eating buddies. Sering-sering main Jekardah yak.

Kamis, 11 Mei 2017

Festival Ikut Bekerja

 
So excited waktu mendapat email H-4 acara #FIB2017. Betapa menunggu-nunggu acara semacam ini setelah merasakan euforia FGIM 2013 lalu. Jika berminat membaca ceritanya, silakan klik di sini.

Belakangan sudah mulai terasa sulitnya mencari teman main, mungkin efek memasuki dunia kerja, beberapa punya kesibukan masing-masing dan sulit menyesuaikan jadwal. Beruntung masih ada temen yang ayuk aja diajakin H-2, temen yang ayuk aja juga H-hitungan jam diajakin nonton Guardian of Galaxy vol. 2 wkwkk. Terima kasih telah menyelamatkan weekend saya dua minggu lalu.

Back to #FIB2017. Kami ikut bekerja pada hari kedua (30/04). Acara kali ini bertempat di Mall Kota Kasablanka. Setiba di sana, sempat berkeliling dulu, menebak-nebak di sudut mana kah gerangan acaranya bermuara. Ketika menemukan, komentar pertama, wah sepertinya tidak seramai 2013, mengingat wahana yang disuguhkan juga hanya empat.

Hari itu kami tiba sekitar jam 11. Kami sudah daftar on-line untuk sesi jam 10.00-12.00, akan tetapi belum transfer. Jadilah daftar on the spot lagi, ambil sesi jam 12.00-14.00. Setelah makan dan sholat zhuhur kami pun merapat ikut bekerja.

Makin siang peserta terlihat makin ramai. Wahana pertama yang kami sambangi keping pedia. Di wahana ini kami membuat semacam puzzle yang pada bagian belakangnya ditulisi pesan semangat. Saya ingat membuat puzzle bertema alat musik tradisional Indonesia, yang ditujukan untuk adik-adik rumah baca di suatu tempat yang saya lupa haha :x Tidak memakan waktu lama di wahana ini, kami pun ke wahana selanjutnya.

Yak, surat semangat! Wahana favorit saya, menuliskan surat atau lebih tepatnya membalas surat secara random untuk adik-adik yang telah berkirim surat untuk kakak-kakak relawan #FIB2017. Saya berkesempatan membalas surat dari Bunga Lestari, SDN 57 Ketam Putih, Bengkalis. Salam kenal, dik. Kapan-kapan, jika memang ada kesempatan, akan menyenangkan bisa berkunjung ke desa dan sekolah yang katamu indah :)

Setelah selesai membalas surat, sudah hampir jam 14.00. Di awal, kami mendaftar ikut wahana ular tangga di sesi berikutnya. Kami pun merapat ke panggung utama, ikutan flash mob, can't stop the feeling, sambil menunggu peserta wahana ular tangga berkumpul. Seperti apa wahana ini, I don't really know. Berhubung partner minat ikut, jadilah ikutan juga. Wahana ini berkelompok, waktu itu kelompok diacak berdasarkan warna baju, lalu tas, terakhir tahun lahir pfft. Sekilas gambaran wahana ini mengunjungi pos-pos yang merepresentasikan hint, pos nomor berapa sesuai hasil kocokan dadu, di tiap-tiap pos akan ada tantangan yang perlu diselesaikan.
Kelompok kami hanya berempat, mendapat nomor dadu 1. Semua buram dengan hint pos 1, sudah menjelajah lantai LG Kokas, berputar-putar dua kali, tapi tak kunjung menemukan pos yang merepresentasikan pendongkrak ekonomi Indonesia. Can you tell where is it in a Mall? We are clueless, sampai-sampai belanja di Carref*ur wkwkk. Fasil pun mendapat laporan bahwa ada peserta tersesat menemukan pos sehingga fasil menunggu di depan pos sambil bawa bendera mini. Selamat! Habis bayar di kasir kami pun menemukan fasil :D Kokas in weekend is no joke. Ramainya, sudah kayak cendol someone said.

You know what 'pendongkrak ekonomi Indonesia' looks like? UMKM saudara-saudara. Kebayang dong gimana susahnya mencari kumpulan UMKM di Mall. Hahaha. Ternyata lagi ada pameran kerajinan gitu di Kokas. Task di Pos 1, mencari dan menyebutkan toko di mana benda-benda yang disebutkan fasil berada. Kakak-kakak di kelompok kami sangat bersemangat setelah tersesat, wkwk, kami pun sukses mendapat kata kunci di pos ini, yakni Sabu Raijua.

Next, we move to Pos 6, di lantai 2, hint amazing world. Kami menemukan wahana bermain amazing, tapi tidak menemukan fasil dengan bendera mini. Ternyata fasilnya ada di depan wahana dekat eskalator. He said something really 'nice' after we met. Karena Pos 6 ada ularnya, jadi di pos itu tidak ada games, hanya mengambil kartu untuk turun ke pos berapa, wkwk. Kami pun menuju Pos 4 dengan hint kopi+kimchi+eskalator di lantai UG. Tidak sulit menemukannya karena sudah cukup familier dengan tempat makan di Kokas. Lagi-lagi fasil berada dekat eskalator daaan pos ini juga ada ularnya haha poor us. Sebelum ambil kartu turun ke pos berapa disuruh buat yel-yel dulu minimal 15 detik. Random banget lah. We got the feeling, yeah, ikut bekerja, let's dance dance dance, ikut bahagia, let's dance dance dance!

pejuang ular tangga

Kami pun turun lagi, ke Pos 2, pintar, cerdas, pandai di lantai LG. Sungguh ya, wahana ular tangga ini semacam energy drain. Walau sudah terbiasa keliling mall sekedar cuci mata atau belanja, tetep aja pegel bo. Naik turun eskalator. Menjelajah sana sini demi mencari Pos. We already know, di mana Pos 2: genius. Di sana ada game menyusun sepuluh files holder dalam satu menit. Kami gagal pada pos ini sehingga turun lagi ke Pos 1. Bertemu fasil yang sama, main game yang sama, mendapat kata kunci yang sama, dan dengan kebaikan hati fasil kami boleh lempar dadu lagi ketika dapat angka 5. Wkwk. Naiklah kami ke Pos 7, flormar di lantai UG.

Pos 7 ternyata tempat jualan kosmetik. Ada game pesan berantai di sana, dan peserta yang mendapat pesan terakhir diminta menyusun aneka kosmetik hasil pesan berantai. Berada di ekor rada-rada burdensome. Ingatan kuat tapi tak familier dengan kosmetik, ya podo wae, ketuker-tuker jadinya, wkwk. Berada di kepala juga walau familier dengan kosmetik bisa tertipu dengan aneka produk yang bentuknya membingungkan. Walhasil kami tetap mendapat kata kunci: Majene. Karena sesi ular tangga hampir berakhir, kami pun berhenti sampai di sana. Melihat-lihat kosmetik dan cerita-cerita dengan fasil.

Agak sedih melihat sedikitnya peserta laki-laki seloroh seorang fasil. Saya pun mengiyakan dalam hati. Mungkin bisa dibilang bisa dihitung jari loh. Entah apa yang terjadi. Sempat bahas rasio laki-laki perempuan Indonesia juga masih 101, lalu menyerempet ke mas alah jodoh. Pfft. Tenang jumlah laki-laki masih lebih satu diantara seratus perempuan. Jodoh pasti bertamu they said. Haha. Mengenai rasio laki-laki perempuan itu menyebar untuk semua range umur dan tempat gaes. Sepengetahuan saya, jumlah bayi laki-laki memang lebih banyak dibanding bayi perempuan. Namun, katanya perempuan cenderung dapat bertahan hidup lebih lama dibanding laki-laki. So, melihat rasio laki-laki perempuan saja tidak cukup, mesti dirinci hingga kelompok umur menurut hemat saya.

Well, sejujurnya dulu laki-laki kok yang share event FGIM 2013 hingga muncul di laman saya. Perkara sedikitnya peserta laki-laki sekarang, entahlah. Mungkin jika tahu ada Raisa tampil di acara sebelah bakal lebih banyak yang mampir ke Kokas :p Tapi, saya percaya masih banyak laki-laki baik di luar sana, laki-laki yang tidah mudah tergoda harta, tahta, dan Raisa :p So, jangan pernah lelah memperbaiki diri wahai perempuan baik. Okeskip.
Next, kami memasuki wahana terakhir, kotak cakrawala. Di wahana ini juga berkelompok sekitar enam orang. Akan ada fasil yang memandu buku-buku apa saja yang perlu kami kumpulkan untuk dikirimkan ke adik-adik penjuru nusantara yang membutuhkan. Buku beragam, dari buku mewarnai, buku cerita, novel, hinnga buku pelajaran. Butuh effort ekstra ketika memasukkan buku dalam kotak. Ratusan buku harus dimasukkan, untung punya satu man power :p

ikut bekerja, ikut bahagia :)