CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 16 Januari 2015

Pinocchio


Aaaaa. Finally, drama ini sampai pada episode terakhirnya. Dari awal ngikutin drama ini ga ada bosennya, dibikin penasaran mah iya. Pokoknya recommended lah buat yang sedang mencari warna baru dalam tontonannya. This is one of an outstanding drama.
Kenyataan, sepahit apapun, tetap harus diungkapkan.
Ceritanya disini Choi In Ha (Park Shin Hye) mengidap sindrom ala Pinokio. Kalau pinokio berbohong hidungnya panjang kan, tapi di sini kalau In Ha berbohong, dia jadi cegukan. Keunikannya ini membuatnya ga bisa bohong. Ketika dia ingin berbohong, sindrom ini selalu mengkhianatinya. Kadang jadi lucu sendiri nontonnya. Kekeke.


Isu yang diangkat menarik, tentang bagaimana suatu public manipulation oleh media itu bisa menghancurkan sebuah keluarga baik-baik. Awal-awalnya sedih, banget. Kehidupan itu (terkadang) kejam, tapi kita harus tetap bertahan. Salah satu cara yang dilakukan Ha Myung (Lee Jong Suk) adalah dengan menjalani kehidupan orang lain. Dia harus menjadi Dal Po yang culun dan bergaya rambut kuno untuk bersembunyi dari media. Namun, ketika dia bisa menyampaikan suaranya sebagai reporter, dia kembali dengan nama aslinya, dengan membawakan sebuah berita tentang keluarganya sendiri. Tragis. Tapi yang namanya kenyataan, sepahit apapun, tetap harus diungkapkan kan, tentunya dengan cara yang menakjubkan :')

Overall drama ini alurnya bagus, kompleks, dan padat. Penuh perjuangan, bagaimana reporter mengungkap kebenaran dengan caranya masing-masing. Aku jadi mulai suka drama setipe ini. Pernah nonton 'I Hear Your Voice?'. Salah satu drama Lee Jong Suk yang worth buat ditonton juga. Aku baru tau penulis skenario dan direktor kedua drama ini sama. Wah, nice stuff. Kayaknya drama Lee Jong Suk bagus semua deh hahaha. Doctor Stranger, Secret Garden juga lumayan.

Well, that's all review kali ini.Semoga kalian tidak terhasut buat nonton, nanti ketularan virus Pinocchio :3

Kamis, 15 Januari 2015

Rabu, 07 Januari 2015

Kadang Becandanya (agak) Keterlaluan

Persis dua minggu yang lalu mendapat kabar bahwa akan diadakan TKD, Tes Kemampuan Dasar, yakni salah satu tes yang diwajibkan lulus bagi tingkat empat agar bisa menjadi CPNS. Pertama kali denger kabar itu sejujurnya udah sangsi, masa iya TKDnya tanggal 2? Agak-agak ga percaya. Tapi dengan embel-embel biar ga kena moratorium 5 tahun, akhirnya merelakan liburan cuma bertapa di kamar mungil ini. Padahal lumayan liburannya 2 minggu. Apa boleh bulat :"

Seminggu kemudian beredar kabar (lagi), TKDnya paling cepet tanggal 5. Ah, lagi-lagi aku menyangkalnya, yakin TKDnya tanggal 5? Setelah itu pun aku belum benar-benar menyiapkan amunisi. Cuma baca sekedarnya, nonton sebanyaknya :D. Sejumlah drama ku tamatkan liburan kemarin. Ahahaha. Beberapa drama memang sudah ku ikuti sebelumnya, tapi juga ada yang mulai dari episode 1, diantaranya Plus Nine Boys(*), Granpas Over Flower Investigation Team(*), Surplus Princess, High School Love On, It's Okay It's Love, dan Pinocchio (*)(ongoing).
(*) recommended
Film pun tak ketinggalan, mulai dari yang now playing di bioskop tetangga atau pribadi :D Kalian udah nonton Night at The Museum 3 belum? Lucu banget itu, pas lah buat refreshing di tengah hiruk-pikuk kesibukan mahasiswa tingkat akhir *tsah. Kemaren juga nonton Gone Girl, genrenya psikopat, baiknya sih nontonnya rame-rame biar ga gila sendiri. Huehehe. Trus TMNT, Secretly Greatly, Crows Explode aka Crows Zero 3. Gara-gara nobar bareng lamda dulu, aku jadi ngikutin film yang satu itu. Padahal sepanjang film isinya kelahi terus. Tapi lumayan lah, ada abang Kazeo yang membuatku tetep bertahan nonton sampai akhir :v

Well, balik ke topik utama deh. Haha. Sori melancongnya jauh banget.

Lima hari yang lalu akhirnya dapet kabar yang lumayan meyakinkan, TKD insya Allah tanggal 8 katanya, trus disuruh ngelengkapin database buat registrasi. Makin meyakinkan kan. Besok harinya barulah mulai niat belajarnya, bela-belain menerjang hujan demi ngambil fotokopian buku TKD. Special thanks to Via dan There yang udah motokopiin :*

Hari-hari selanjutnya mulai lah kebayang arah TKD itu kayak gimana. Bagian paling sulit menurutku Tes Wawasan Kebangsaan. Materinya luas banget. Makin belajar itu jadi makin sadar bahwa ternyata yang baru ku ketahui itu sedikit banget. Masih banyak ilmu-ilmu pengetahuan bertaburan di luar sana. Intensitas nonton pun mulai ku kurangi, demi masa depan yang lebih baik :D

H-2 Kami pun akhirnya membuat KSM, kelompok studi mahasiswa. Saking gaulnya main di Domino's Pizza sampai nyaris diusir. Wkwkk. Tapi asik sih, daripada ngantuk-ngantuk belajar sendiri, banyak godaannya. Kalo belajar di luar ya resikonya harus kebal muka. Biarkan orang lain memandang dengan asumsinya masing-masing.

till drop

H-1 Setelah sekian lama libur, akhirnya kuli(ah), full sesi pula. Dengan sisa-sisa kantuk tadi malam, harus tetep ngampus. Dosen-dosen pun berbaik hati menyisakan waktu agar kami bisa belajar buat TKD besok. Daaan, di saat sesi 3 nyaris berakhir, kabar kembali beredar.
T K D  d i t u n d a *kemudian banting henpon.
Hel-lo. What a nice joke. Mungkin ini salah satu kejutan tahun baru. Terima kasih telah mem-PHP kami dua minggu terakhir ini. Harapan salah satu beban tingkat akhir berlalu pun pupus sudah. Tapi jangan terlalu kecewa ya, bukankah tidak ada yang sia-sia? Mungkin kita sedang diberi waktu untuk mempersiapkan diri lebih baik kedepannya :))

Salam mahasiswa tingkat akhir. Insya Allah kita wisuda bareng 2015. Aamiin.

Minggu, 21 Desember 2014

Jakarta Lantern Festival

Setelah minggu yang melelahkan akhirnya bisa main juga. Minggu lalu (12-14 Desember) ada festival lampion gitu di Lapangan Banteng. Berhubung datengnya di hari terakhir jadi rame bingits. Untungnya punya bodyguard berseragam. Hahaha.

Agak-agak awkward juga jalan bareng si bodyguard. Well, siap-siap dapet tatapan aneh aja dari pengunjung lain. Harus ekstra hati-hati juga karena caranya menyebrang. Udah kayak yang punya jalan aja dia *peace Hahaha.

Lampionnya bagus-bagus, tapi kalo diajak foto bareng ga bagus. Hahaha. Selalu kayak gitu, nasib kalo main ke tempat lampion. Hmm harus punya kamera yang agak bagusan kali ya. Well, selamat melihat-lihat yang (sedikit) bisa diselamatkan.

Sabtu, 20 Desember 2014

Statistician or Programmer? Both.

Sebulan yang lalu lagi-lagi iseng mengikuti penyisihan online Gelegar Statistik. Kali ini penyelenggara acaranya STIS. Setahun yang lalu pernah ikut, tapi berhubung koneksi internet ga mendukung alhasil gagal. Ceritanya udah pernah ku posting di Me vs Statistician Games.

Tahun ini namanya berubah jadi Statistics Olympiad untuk kategori mahasiswa. Untuk SMA namanya tetap Statistician Games. Sewaktu penyisihan sempat ada kendala teknis, agak-agak kecewa aja harus ngerjain soal ulang di sesi berikutnya di hari yang sama (15/11/2014). Berhubung sesi 1 ku kacau banget, akhirnya ikutan sesi 3nya lagi lah, daripada menyesal nantinya kan.

Setelah mengerjakan soal ga terlalu berharap lolos, cuma 50% yang ku jawab. Banyak banget soal matkul Nonparametrik. Matkul yang baru akan ku peroleh semester depan. Pasrah deh dengan apapun hasilnya. Namun, ternyata tanggal 18nya diumumkan dan well, selamat menambah masalah baru.

Tanggal 30 kemaren batas daftar ulang semifinal. Rasa-rasanya pengen ga ikut. Alasan utamanya karna mesti bayar sendiri *eh. Hehe. Ga sih, lebih tepatnya karna hari semifinal itu langsung setelah UTS. Mana sempat persiapan. Ga enak aja mengecewakan kampus *tsah. Terlebih penyelenggaranya kampus sendiri. Masa kalah di rumah sendiri kan, yeah, something like that.nTapi hari itu dikasih support sama kakak. Katanya masa kalah sebelum berperang. Lebih malu-maluin ga sih? Hel-lo, akhirnya sadar. Karena udah disponsori juga, jadi ga ada alasan deh buat ga daftar ulang. Siap ga siap :"

UTS pun berlalu, dengan UTS multivariate yang sangat menyedihkan. Untung baru UTS, UAS nanti harus lebih maksimal. Okeskip. Maaf oot.

Di saat yang lain udah bisa hura-hura setelah UTS, aku cuma bisa menghela napas dalam-dalam. Masih ada beban yang harus ku tanggung. Untungnya ada partner, setidaknya bisa saling menguatkan. Kami pun belajar bareng (lagi). Sebenernya ikut ginian biar belajar statistik haha kalo ga ada pemicunya kadang emang susah menurutku. Sekali-kali perlu menantang diri sendiri. Udah bisa sejauh apa sih.

Soo, hari yang ditunggu pun tiba. Waktu sambutan denger-denger lomba statistik semacam ini akan disatukan mulai tahun depan. Wah, semoga aja ini bukan yang terakhir yang bisa ku ikuti. Masih ada kampus yang mau ku datengin pake almamater biru telor asin ini xD

Anw, Sabtu lalu itu ibarat reuni haha. Beberapa muka udah ku kenal. Dimanakah gerangan kalian wahai wajah-wajah baru? Mungkin banyak singa yang masih tidur di luar sana. Singa yang terlalu nyaman dengan dirinya sendiri. Hey you, yes you. Get out of the box :D

Saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Ah, agak-agak nyusahin sistem lombanya. Jadi ceritanya mesti jual beli gitu. Kalo kita berhasil jawab soal, nanti dikasih poin yang bisa digunakan buat beli soal berikutnya. Kalo jawaban kita salah, boleh kembali ke tempat, tanpa pengurangan poin. Jual beli tadi dilakukan selama 1,5 jam.

Bener-bener memakan waktu kalo kita salah jawab, mesti bolak-balik ke pengawas. Tapi ya tetep harus usaha jawab biar bisa dapet poin buat beli soal berikutnya. Pas berhasil jawab soal itu rasanya makin excited. Tapi pas keambil soal yang gabisa kita jawab tu rasanya dunia menyempit :" Untung-untungan lah pokoknya. Ya, namanya juga games. Harus pinter-pinter bersiasat mempertahankan poin.


Seperti dugaan, besoknya ga lolos final. Selamat buat partner, selamat melanjutkan perjuangan. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Karena ga lolos final, bisa tetep bertahan di Auditorium ikut seminar yang topiknya menarik. Jadi terhasut buat menjadi seorang 'Bayesianis', bukan 'Frekuentis'. Makasih pencerahannya Prof.

Jadi, sekilas intinya data itu pasti punya faktor 'takdir' yang menyebabkannya begitu. Ga bisa kita paksakan selalu mengikuti asumsi klasik dengan transformasi dan lain sebagainya. Faktor takdir tadi juga memiliki distribusi dan kita harus berhati-hati menentukan 'prior'nya. Sayangnya, untuk level S1 dilarang keras sama ibu kajur kalo mau ngambil topik Bayesian. Bahaya juga kalo misal ngerti Bayesian, tapi hal-hal dasar ga bisa. Nantilah kalo udah S2 :D

Sebagai partner yang baik harus nonton presentasi partner dong ya. Jadi, setelah para finalis mengerjakan soal Studi Kasus di Lab, mereka harus mempresentasikannya dan diberikan pertanyaan/kitik/saran dari para juri. Agak-agak jleb aja pertanyaan-pertanyaan jurinya. Hal-hal dasar sebenarnya, tapi kadang kita lupakan esensinya. Studi kasus yang mereka peroleh semacam Rancangan Percobaan. Pertanyaan yang paling ku inget itu apa arti p-value? Peluang untuk tolak H0 atau terima H0? Hayoo. Trus juga pertanyaan kenapa asumsi keseragaman varians perlu dipenuhi pada Uji ANOVA? Agar hasilnya valid, ketika diuji secara simultan hasilnya harus sejalan dengan uji parsialnya. Trus kenapa harus berdistribusi normal? Jawabannya karena statistik uji yang digunakan adalah Fisher, karena distribusi Fisher berasal dari Chi-square dan Chi-square berasal dari Normal, makanya harus normal. Kalo ga normal diapain? Biasanya sih ditransformasi gitu datanya. Nangkep ga? Ya begitulah, maaf bahasannya statistik banget. Merasa tergampar juga kalo misal ditanya gitu ga bisa jawab. Hal-hal kecil, tapi esensinya harus kita pahami sebagai statistisi. Jangan taunya analisis-analisis doang, tau esensinya juga penting #notetomyself


Terakhir, makasih buat Salas yang udah menangin STIS. Walupun juara 3, gapapa. You're the best. Rancob kan cuma kita pelajari dua pertemuan di satu mata kuliah. Sedangkan tetangga bahkan dapet dua mata kuliah Rancob. Buat partner tetep semangat ya. Semoga masih ada kesempatan lain buat kita :))

Jadi sebenernya statusku statistisi atau programer? Dua-duanya bisa. Awal-awalnya aku merasa tersesat. Tapi memang begitulah jurusan Komputasi Statistik. Di satu sisi harus bisa Statistika, di sisi lain harus bisa programming. Semacam double degree kalo kata temen yang ku ajak diskusi kemarin. Harusnya bersyukur udah tenggelam di jurusan keren yang satu ini. Dunia membutuhkanmu haha. Sori random. Yuk ah, fokus mencari taufik. Ulalala~

PS: Buat kalian yang udah nyoba ikut kompetisi, jangan cepat menyerah ya, bagaimanapun situasinya. Karena kalian yang udah berani melangkah ke arah sana sudah hebat (y)

Sabtu, 29 November 2014

Hujan Matahari

Judul : Hujan Matahari
Penulis : Kurniawan Gunadi
Penerbit : Canting Press
Tebal : 204 halaman
Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2014

Udah lama ngidam buku ini, semenjak liburan semester lalu. Beruntung menemukan teman yang punya. Berhubung buku ini self publishing jadi agak susah belinya, mesti order dulu. Besok (30 November 2014), sebenarnya ada acara bedah bukunya di Bogor. Lumayan bisa dijangkau sih, tapi berhubung Selasanya ada ujian dan belum menemukan teman yang bisa diculik ke sana, jadi yaudah lah. Lain kali mungkin, pas acaranya di Jakarta :)

Lagi-lagi baca kumpulan cerita dan prosa. Buku ini bisa dibilang lebih padat dibanding Ja(t)uh. Ada banyak banget pembelajaran yang bisa kita ambil, kalo kita bersedia melapangkan pemikiran. 
Hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang untuk memberikan pembelajaran. Pergi pun meninggalkan pembelajaran.
Buku ini di bagi menjadi 3 bagian. Gerimis, Hujan, Reda. Ada banyak kisah, sebagian besar sweet. Ah, kamu harus kuat iman juga baca buku ini, nanti kamu jatuh :D Aku suka analogi-analoginya. Diksi-diksi yang digunakan. Pemahaman yang disematkan. Well, you must read it by yourself.

Beberapa cerita dan/atau prosa di dalamnya pernah dimuat di akun tumblrnya, bahkan beberapa sudah dijadikan suaracerita, kayak "Tujuan", "Bersamaku" dan "Maukah Kau Mencoba Menjadi Angin?". Beberapa tulisannya, "Perasaan Kita", "Maukah Kau Menunggu?", "Bila Tidak Ada Pertemuan", "Laki-laki dan Perempuan" dan masih banyak lagi. Kalau kamu penasaran tapi belum bisa baca bukunya bisa kepo akun tumblrnya dulu. Hahaha. Jadi semacam promosi *plak.

Bingung apa lagi yang mesti ditulis. Bagi quotes aja kali ya. Happy reading. Jangan salahkan aku kalau nanti kalian ketagihan baca tulisannya ya. Hahaha. Fyi, beberapa orang sudah menjadi korban. Mungkin kalian akan menjadi yang kesekian :p

Suatu Sore di Bawah Poho Randu
"Kira-kira apa yang harus kami lakukan kalau kami belum siap memberikan kepastian?"
"Jangan sekali-kali memberikan harapan. Camkan itu."
Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak
Perempuan lebih suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu.
Untuk Siapa
"Ya Allah, hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satu pun nama bisa hamba sebut karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon, jodohkanlah hamba dengan seseorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-Mu."
Hujan yang Jatuh
Ah, kamu tahu? Hujan tidak pernah tahu di mana ia jatuh. Maka beruntunglah hujan yang jatuh di tempat yang tepat. Di tempat yang sedang membutuhkan hujan. Aku adalah tempat itu dan kamu adalah hujan.
Tujuan
Aku bukan pilihan, aku tujuan
"Aku tidak ingin menjadi pilihanmu. Sekalipun kamu memilihku diantara banyak pilihan. Karena kamu telah memulainya dengan pembandingan"
Boneka
Seseorang yang peduli dengan perasaannya akan memilih maju atau menunggu, ia tidak pernah diam saja.
Surat
Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu, kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa aman untuk membuka cerita kepadamu.
Aku hanya sekedar mengingatkan, berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan aman dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu, teman.
Karena Apa?
"Aku tidak sedang mencari teman minum kopi atau membaca buku, tidak juga sedang mencari teman naik gunung. Aku mencari teman hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa bersama menuju-Nya. Dan aku tidak peduli dengan selain itu."
Untuk Sementara Waktu
Untuk sementara waktu, jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya. Sampai waktu dimana dia harus diberikan dan diterima oleh orang lain. Sampai waktu di mana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.

Selasa, 25 November 2014

Trade Off

Pernah mengorbankan sesuatu demi sesuatu yang lain? Pasti pernah, atau bahkan sering? Seperti aku misalnya. Ha. Akhir-akhir ini sering banget melakukan trade off, ke salah satu event yang ku datengin minggu lalu misalnya.


Di hari dan tanggal yang sama juga ada Pasar Seni ITB. Pengen ke sana padahal, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku dan Pumo memutuskan ke #hellofest2014 aja. Well, agenda ke Bandung memang selalu berakhir wacana. Hahaha. Maybe, next time, I will make it happens. With you maybe :v

So, we are going to Tennis Indoor Senayan. Baru berangkat jam 2 siang lewat, setelah menyelesaikan berbagai urusan. Tujuan kami dateng ke sana sederhana sih, ketemu mas Rangga. Hahaha. Liat-liat cosplayer atau belanja menjadi agenda ke sekian.

Susah memang kalo mau pergi kemana-mana tanpa menemukan anak S*TIS. Ketemu anak 55, ketemu Adnan, Brilian, sama Robby. Yeah, dunia itu katanya sempit.

Pada akhirnya tetep foto bareng cosplayer :v

Ini cosplayer Attack on Titan. Bagus, mereka berdua kayaknya kakak beradek deh dan kembar (?)

Hari mulai makin sore dan kami pun beranjak ke panggung utama. Beruntung pas kami masuk acara yang kami tunggu-tunggu belum mulai. Lalu menyusuplah kami di barisan tengah penonton :D

Akhirnya setelah 12 tahun ketemu mas Rangga haha.

Main Cast, Sutradara dan Produser Pendekar Tongkat Mas

Setelah menjadi salah satu orang pertama yang liat behind the scenenya, official trailernya dan cuplikan 2 menit filmnya, jadi pengen nonton film ini 18 Desember nanti. Walaupun jauh banget dari genre ku yang biasanya, tapi kayaknya film ini worth it buat ditonton. Settingnya di Sumba. Aaaa, jadi ga sabar.

Last, wefie bareng. Ga nyangka ternyata aku keliatan. Hahaha.
Gambar diambil dari tweet @TaraBasro

Yap, sekian ceritaku kali ini. Cerita pendakian Papandayan menyusul ya. There are so many stories that I wanna tell you. Ga habis-habis kayaknya kalo diceritain. Hahaha. Karena kesibukan ku beberapa minggu terakhir dan fd ku yang  masih nyangkut di tangan orang, jadi harus dipending ceritanya. See ya.