CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 24 Juli 2015

Bebas Tugas


It's almost two years, rite?
Melegakan juga akhirnya amanah yang satu itu sebentar lagi berakhir.
Dulu, ada kalanya merasa frustasi saat orang-orang tak lagi peduli, saat-saat ter(di)abaikan.
Dulu, menjatuhkan harga diri satu dua kali bukan perkara mudah.
Pernah mencoba tak peduli, tapi pada kenyataannya tetap tidak bisa tidak mengacuhkan kalian, tetap tidak bisa tidak memikirkan nasib kalian akibat ketidakpedulian yang tidak bertanggung jawab.
Kata orang-orang amanah memang tidak pernah salah memilih pundak.

Terima kasih buat kamu semua yang sudah membuatku tidak merasa sendirian mengemban amanah ini, terima kasih sudah bersedia direpotkan, terima kasih.
Ternyata masih ada orang-orang yang peduli, orang-orang yang bisa diandalkan, orang-orang yang bersedia meluangkan waktunya. 
Sungguh, terima kasih.

Maaf jikalau selama ini kinerjanya kurang memuaskan.
Maaf jika pernah melewatkan apresiasi atas nama kalian.
Semoga hal-hal baik yang sudah kita lakukan dibalas oleh Allah SWT.
Semoga sukses buat kita semua.
Semangat buat skripsinya. Insya Allah kita wisuda Oktober 2015 :))

Sabtu, 18 Juli 2015

Amnesia

"It's hard to hear your name when I haven't seen you in so long." - 5SOS
Alumni SDN Sungai Besar 2 Tahun 2005 

Udah lewat satu dekade. Luar biasa rajin emang angkatan ini ngadain buka bersama. Udah 5 kali buka bersama, baru tahun ini yang rame banget pengikutnya. Bahkan ga sengaja barengan sama kakak kelas SD, katanya. Aku mah udah ga inget lagi muka kakak kelas SD, mereka ada aja yang inget. Bahkan muka mereka aja aku ga terlalu inget lagi. Hahaha. Gomen. Kalo sering ga ketemu emang bawaannya amnesia :p


Ga semua ikut foto kemaren. Ada yang kerja, ada yang pulang duluan. Totalnya 40-an orang deh rasanya yang ikut. Banyak muka-muka yang *maaf* terlupakan, apalagi kalo yang dulu beda kelas. But, it's really nice to meet you again, sincerely. Talkin' about anything. Dari hal yang penting sampai yang absurd. Ada yang ngungkit-ngungkit masa lalu pula. Hahaha.

People not remember days, they remember moments.

Segala emosi berhamburan waktu ketemu mereka. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu pernah buat kamu nangis waktu sepedamu dipinjem kelas 2 SD. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang rela membuatmu pertama kali memberi sontekan atas nama teman. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu kamu ceritakan bisa buat nilai mengarang cerpen Bahasa Indonesiamu 95. Bagaimana rasanya? Ketemu orang yang dulu pernah jadi rivalmu bukan halnya dalam akademik aja, tapi juga percintaan. Wkwkk.

Funny, huh? Aku ga yakin mereka inget. That's all so-old-stories, yang mungkin hanya tersimpan di memori otakku. Dan kadang menyebalkannya punya ingatan bagus itu kalo ada hal-hal yang sebenernya pengen kamu lupain tapi ga bisa. Aaaa. Bagaimana perasaanmu ketika bertemu orang yang dulu pernah you-have-a-crush-on?
"I wish that I could wake up with amnesia and forget about the stupid little things." - 5SOS

Night Changes

We're only getting older. Our friendship, it will never change :)


9/10. It's getting hard, chance to meet all of you, tens. Tapi, tetep saat-saat bisa ketemu kalian diusahain pake banget. Udah ngosongin tanggal dari jauh-jauh hari. Makasih buat yang kemaren baru nyentuh Banjarbaru langsung rela diculik ke Shaza. Well, walaupun Ipeh ga ikut, setidaknya namanya nampang *ehh xD

Ada yang udah kerja, ada yang sibuk koas, ada yang sibuk nyekrip, ada yang sibuk kkn. Semangat semuanyah. Semoga sukses buat kita semua. Ditunggu acara ngumpul berikutnya :))

Minggu, 05 Juli 2015

Jangan Lupa Bahagia

"Bimbingan itu ga melulu harus ada progress, ngobrol-ngobrol juga bisa."
Buka.bersama.di.rumah.baru. Suatu obrolan iseng yang pernah dibahas di grup wa kelas. Kemudian kapan hari salah satu temen membuka obrolan masalah bukber tadi pas bimbingan. Eh, ternyata beneran ditanggapin serius sama dosen yang kebetulan juga dosen PA kelas ini :D Sebagai temen sebimbingan yang baik, kecipratan deh melanjutkan obrolan di hari berikutnya. Jadilah hari itu bimbingan terlama sepanjang sejarah bimbingan. Nyaris setengah jam awal ngomongin konsumsi sama alamat. Wkwkk.

Hari H pun tiba. Karena berbagai alasan, cuma 19 orang yang bisa ikut meramaikan bukber 4KS1 ini. Alhamdulillah jadi juga, walaupun sempat ketunda sehari. Setidaknya muka-muka anak bimbingan beliau ini terselamatkan. Haha.

Bang Zafran <3 <3
A child can teach an adult three things: to be happy for no reason, to always be busy with something, and to know how to demand with all his might that which he desires.
—  Paulo Coelho 
Terima kasih buat bapak dosen dan istri, juga anak-anaknya. Makasih buat semuanya. Maaf kami merepotkan dan (agak) setengah maksa bukbernya :x 


PS: Ketika disibukkan dengan tugas akhir, jangan lupa bahagia. Regards, tha :)

Sabtu, 27 Juni 2015

Meet The Banjarbarus

Bertemu dengan orang-orang Banjarbaru dengan skala (cukup) banyak itu salah satu hal yang jarang terjadi di Jekardah. Thanks buat Icha yang udah bersedia direpotin jadi seksi acara :3

Orang-orang yang merindukan Kota Idaman :D

Tadinya nyaris gajadi ikut, berhubung angkatan atas cuma berdua doang. Untungnya ada satu orang lagi yang mau ikut, dijadiin lah berangkat ke Kebon Sirih, Sate Khas Senayan tepatnya, demi membangun silaturahim *tsah. Awalnya cuma kenal adek tingkat STIS yang juga alumni SMANSA 2013, 2014, sama Icha. Lumayan lah tadi nambah kenalan dedek-dedek. Haha. Thanks for today guys (y).

Senin, 08 Juni 2015

Virgin Beach


Rabu lalu (03/06) menyempatkan 'liburan' di sela-sela jadwal kuliah. Jalan-jalan bareng anak satu kelas emang susah, apalagi di antara tumpukan deadline tugas dan skripsi. Perlu kedok foto buku tahunan biar rame yang ikut. Hahaha. Alhasil 28 dari 34 sukses dihasut ikut jalan-jalan ini :D Sayangnya kemaren cuma sehari. Sehari aja udah seru sih, tapi coba nginep deh, pasti bakal seru pake banget. Bisa snorkeling, BBQ, dst.

Fyi, buat kamu yang barangkali mau jalan ke Virgin Beach alias Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari edisi hemat, biayanya ga terlalu mahal kok kalau mau sedikit repot ngurus sendiri, ga pake jasa agen travel. Memaksimalkan satu hari penuh buat main. Mulai dari berangkat dini hari ke Tanjung Pasir, bukan Muara Angke ya, soalnya jaraknya lebih deket ke Pulau Pari. Kemaren persis Subuh kami sampai di Tanjung Pasir. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang ditambah biaya parkir, misal pake bus Rp 25.000,-. 

Setelah sholat langsung menyebrang pulau. Kemaren udah nyewa perahu sebelumnya, biayanya Rp 80.000,- pulang pergi per orang. Perjalanan menuju Pulau Pari sekitar 2 jam. Walaupun cukup lama, kalian bisa menikmati sunrise, mengamati barisan burung-burung terbang dan aneka pemandangan indah di pagi hari lainnya. Tentunya kamu bakal mendapati udara yang jauh lebih baik dari udara yang biasanya kamu hirup di ibukota.

Sesampainya di pelabuhan Pulau Pari, kamu bisa nyari sarapan di sana, udah banyak warung-warung yang buka. Kalau mau lebih hemat bawa bekal aja. Setelah sarapan, kami pun meluncur ke Pasir Perawan. Suasana kala itu sepi, banget, berasa eksklusif, berhubung weekday juga kali ya.

Rombongan pertama yang mendarat di Pantai Pasir Perawan

Biaya masuk pantai ini Rp 3.500,- per orang. Kami benar-benar rombongan pertama yang datang ke pantai ini. Bapak-bapak yang jualan pun mengakuinya dan menanyakan apakah kami berangkat dari Tanjung Pasir. Soalnya biasanya yang berangkat dari Muara Angke baru dateng jam 9an katanya. Pas kami dateng itu warung-warung baru buka, air di kamar mandi pun masih mati, belum siap menyambut kedatangan kami. Terpaksa cuci muka pake air kemasan, berhubung harus cepet siap-siap buat pemotretan. Masa iya masih ada sisa jejak tidur di muka :v

Harusnya kelompokku dapat jatah pemotretan pertama, tapi karna scene kami perlu angin dan pagi itu angin tak kunjung bertiup, jadwal kami ditunda sampai yang paling akhir. Sampai kering nunggu giliran. Hahaha. Jadilah jalan-jalan sambil nonton yang lagi pemotretan. Ohiya, di pantainya juga ada net, bisa main voli pantai di sana. Kebetulan kemaren kami bawa bola voli buat properti, lapangan itu udah kayak lapangan sendiri deh. Pas sore-sore kami mau pulang baru ada pengunjung lain yang main.

Matahari pantai bener-bener terik guys, jangan lupa pake sunblock sampai sunsreen biar ga gosong. Berkali-kali kalo perlu :p Bawa topi pantai juga, serius, berguna banget menghalau teriknya panas matahari. Kalau mau duduk-duduk santai ada pohon-pohon teduh juga di sana. Ada banyak pondok-pondok juga. Kalau mau sewa sepeda Rp 15.000,- seharian, trus bisa naik perahu juga keliling pantai, biayanya Rp 10.000,- per orang. Kalau mau snorkeling kurang tau berapa harganya, kemaren ga sempat, buat foto buku tahunan aja udah setengah hari lebih. Gilak.

Kayaknya buat foto buku tahunan ini kelas kami emang yang paling all out. Sampai ke pantai segala demi foto. Kelas lain pada banyak milih yang praktis, misal cuma foto di studio. Punya ketua tim ybm di kelas emang beda. Hahaha. Vote awal dominan ke Hutan Mangrove pun bisa berpindah ke Pantai Kepulauan Seribu dalam sehari :D Terima kasih buat semua yang udah bersusah payah ngurusin jalan-jalan kelas ini. Terima kasih buat para tim make over, mulai tata rias sampai tata jilbab. Terima kasih buat kenangan yang udah kalian torehkan guys. Lagi-lagi momen berkesanku bertambah. Thanks. Semoga foto buku tahunan kita jadinya bagus ya, sesuai harapan.

Regards, tha :)

Sabtu, 30 Mei 2015

[Review App] GrabTaxi


Suka jalan-jalan tapi males naik angkutan umum yang sumpek? Mungkin aplikasi ini bisa kamu coba. Sebenernya bagi yang berdomisili di Jakarta, nyari taksi gampang. Tinggal cari jalan besar, tunggu bentar aja, biasanya langsung bisa dapet taksi kosong. Tapi kalo udah jam-jam berangkat atau pergi kerja susah juga sih dapet taksi kosong. Kadang aku sampe nyerah. Akhirnya naik angkutan apapun yang pertama lewat di depanku. Haha. Kadang naik taksi itu kalo mau pergi atau pulang di jam-jam yang ga normal, misal dini hari atau tengah malam atau kalo emang lagi butuh angkutan yang cepet sampai tujuan.

Nah, kemaren lagi jalan di tempat yang agak susah dapet angkot atau kopaja, mau jalan kaki ke jalan utama masih lumayan jauh. Trus dibilangin salah satu temen, nge-grab aja yuk, lagi ada promo, ga tau sih katanya promonya masih berlaku atau ga. Lalu aku iseng-iseng mengunduh aplikasi ini. Ternyata ga terlalu besar kok size-nya. Seperti biasa, pengalaman pertama kali menggunakan aplikasi baru itu agak-agak susah emang. Butuh tingkat kepekaan tersendiri memahami antarmuka penggunanya, kayak gambar di bawah ini tampilan awalnya.


Untuk mempermudah sopir taksi mengetahui posisi kita, ada baiknya fitur location smartphone-nya diaktifkan. Aplikasi akan secara otomatis mendeteksi tempat-tempat dengan radius terdekat di sekitar kita. Jadi, nanti kita tinggal memilih lokasi mana yang benar-benar sesuai dengan posisi kita saat itu. Lalu, isi tujuan kita ke mana. Ketika kita pilih next, akan ada estimasi waktu dan biaya akomodasi kita. Selain itu, juga ada tampilan sejumlah taksi dengan lokasi terdekat dengan posisi kita, bisa dilihat melalui icon taksi di peta. Lingkaran luar icon tersebut awalnya berwarna hitam. Jika berubah merah, berarti sopir taksi yang bersangkutan menolak proses booking kita. Kalau ada yang hijau, berarti taksi tersebut bersedia menerima permintaan kita.

Hal yang perlu kita lakukan selanjutnya hanya menunggu, sampai muncul notifikasi driver menuju lokasi kita. Kemudian di layar aplikasi akan tertera nomor plat taksi yang dimaksud, beserta kontak yang bisa dihubungi melalui sms atau telpon. Selain itu, ada peta posisi taksi dan estimasi berapa lama taksi tersebut akan sampai. Kemaren beneran sesuai estimasi waktu datengnya. Nice. Dengan adanya nomor plat, kita juga bisa dengan mudah mengidentifikasi taksi mana yang menerima orderan kita.

Kalau naik taksi, kadang kitanya harus pinter-pinter tau rute terdekat dan terlancar menuju destinasi kita. Soalnya kadang ada sopir yang ga tau, akhirnya dibawa muter-muter dan argonya pun membengkak. Merugikan kan. Kita sebagai konsumen juga mesti smart, jangan gadgetnya doang ya yang smart. Beruntung kemaren dapet sopir yang baik, ramah dan pengetahuan akan jalannya luas. Baru tau ternyata dari Waroeng Steak Tebet ke Otista 64C, lebih deket lewat Cawang. Bebas macet pula pas jam pulang kerja kemaren. Kalau lewat Kampung Melayu, ga yakin deh argonya di bawah Rp 23.100,-

Ohiya, tadi dibilangin lagi ada promo GrabTaxi kan. Jadi, kemaren dengan memasukkan kode promo 'GRABTERUS' dapet potongan Rp 20.000,- Lumayan kan. Karena ga enak ngasih bapaknya cuma Rp 5.000,- Akhirnya kami ngasih Rp 10.000,- Soalnya, setauku dari temen-temen yang pernah pake GrabTaxi dapet promonya Rp 15.000,- doang. Kasian kan bapaknya kalo ternyata tulisan notifikasi potongan Rp 20.000,- itu kesalahan atau bug aplikasi. Kalau pun bukan bug toh ga apa, anggaplah bonus atas kepuasan kami sama layanannya. Terima kasih bapak pengemudi taksi Express B 1053 kemaren *lupa namanya* Hehe. Maaf lupa ngasih rate di aplikasinya pak. Pas mau nge-rate, eh pop-up notifikasinya udah ngilang. 5 bintang buat bapak :D

Begitulah sekilas pengalamanku menggunakan aplikasi ini. Trusted kok. Barang kali kalian mau nyoba. Denger-denger dari temen, katanya mereka pernah ga bayar taksi waktu argonya di bawah Rp 15.000,- Buat yang mau naik taksi gratisan mungkin bisa dicoba. Wkwkk. Selamat nge-grab ria. Enjoy your trip.